Pemkab Halmahera Selatan
Pohon Trembesi di Halmahera Selatan Bikin Jalan Bergelombang
Akar pohon trembesi membuat jalan disekitarnya bergelombang, meaki sudah diperbaiki Pemkab Halmahera Selatan, namun masih menyisahkan lubang
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Keberadaan pohon trembesi dengan ukuran besar di Kecamatan Bacan dan Bacan Selatan, Halmahera Selatan, Maluku Utara, tidak hanya menjadi ancaman bagi para pengendara.
Tetapi juga membuat sejumlah ruas jalan bergelombang, karena akarnya menembus bawah jalan.
Pantauan Tribunternate.com, Minggu (16/2/2025), ruas jalan bergelombang akibat akar pohon trembesi terdapat di ruas Desa Hidayat-Marabose, dan jalan di kawasan kantor pemerintahan.
Para pengendara yang melintasi tampak berhati-hati. Sesekali mereka menghindar dari jalan bergelombang jika dari arah berlawanan tidak ada kendaraan lain.
Baca juga: Yudian Wahyudi Dijadwalkan Kunker ke Maluku Utara, Ini Agendanya
Hardin Ambarat (30), Warga Desa Hidayat berharap ada langkah penanganan yang diambil Pemkab Halmehera Selatan.
Menurut dia, kondisi jalan bergelombang seperti ini, secara otomatis ada potensi kecelakaan lalu lintas.
"Kalau orang tidak tahu, terus bawa motor dengan kecepatan tinggi maka di akan jamping. Kemudian jalan yang bergelombang inikan lumayan banyak, "kata Hardin.
"Jadi pemerintah daerah sudah harus perbaiki. Kalau tidak, ini bahaya ke depannya, jadi kami harap diperbaiki," imbuhnya.
Hardin mengatakan sempat melihat ada perbaikan sebagian badan jalan tepat di arah Hidayat-Marabose.
Jalan yang diperbaiki, bergelombang akibat akar dari pohon Trembesi yang masuk di bawah badan jalan.
"Itu kalau tidak salah tahun lalu ada perbaikan, tapi baru sebagian. Tapi kan masih ada beberapa titik yang belum diperbaiki, misalnya jalan arah menuju Kantor KPU," tandasnya.
Terkait keberadaan pohon trembesi yang dinilai membahayakan, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Halmahera Selatan Samsu Abubakar sebelumnya sudah angkat bicara.
Yang mana pihaknya sejauh ini sangat memperhatikan betul keberadaan pohon, dengan nama latin Samanea Saman tersebut.
Sehingga ada upaya penebangan dari tahun 2024 sampai sekarang masi berjalan, dengan jumlah 300 pohon lebih.
"Kurang lebih ada 1000 pohon trembesi untuk membuat kota hijau, khususnya daerah ibu kota Labuha," kata Samsu, Kamis (13/2/2025).
Baca juga: Yudian Wahyudi Dijadwalkan Kunker ke Maluku Utara, Ini Agendanya
Samsu menambahkan, pohon trembesi yang di tebang, pertama mengganggu fasilitas jalan raya, yang berpotensi tumbang ketika diterpa cuaca buruk. Kemudian yang dapat mengganggu kabel listrik.
Samsu juga mengaku, pihaknya telah mendapat laporan terkait dengan ancaman pohon Trembesi terhadap para pengendara.
"Kami akan menggantikan atau menanam dengan yang baru, "pungkasnya. (*)
| Target Retribusi PBG Halmahera Selatan 2026 Tetap Rp 8 Miliar |
|
|---|
| Gaji PPPK Paruh Waktu Halmahera Selatan Dialokasikan Melalui Dana Tanggap Darurat |
|
|---|
| Alasan Kadis PUPR Halmahera Selatan Tolak Usulan Putus Kontrak Proyek Pelabuhan Semut |
|
|---|
| Tinta dan Blanko KTP Habis, Wakil Bupati Halsel Soroti Kinerja Kadis Dukcapil |
|
|---|
| Pemkab Halmahera Selatan dan FKUB Gelar Deklarasi Damai, Berikut 5 Poin yang Disepakati |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Pohon-trembesi-di-Halmahera-Selatan-ancam-pengendara-01.jpg)