Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Halmahera Selatan

SPPG Halmahera Selatan Utamakan Vendor Lokal untuk Program Makanan Bergizi Gratis

SPPG Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Muhammad Ramli, mengatakan pihaknya mengutamakan vendor lokal untuk program Makanan Bergizi

TribunTernate.com/Nurhidayat Hi Gani
Sejumlah siswa SMP Negeri 6 Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, ketika menyantap makanan saat penerapan program MBG beberapa waktu lalu. SPPG utamakan vendor lokal untuk program MBG, Selasa (26/2/2025). 

TRUBUNTERNATE.COM, BACAN - Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Muhammad Ramli, mengatakan pihaknya mengutamakan vendor lokal untuk program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Namun menurut dia, vendor yang akan diajak bekerjasama harus memenuhi beberapa persyaratan, termasuk dana.

Pasalnya untuk satu vendor, harus melayani makanan 3.500 siswa setiap hari.

Baca juga: Atasi Masalah Air Bersih, Sekda Halmahera Timur Serahkan Dokumen Plan PDAM ke Kemendagri

"Kita utamakan yang lokal, tapi kalau memang tidak ada, kita cari pengusaha di luar. Karena memang satu vendor itu melayani 3.500 siswa, jadi berdasarkan jumlah siswa," kata Ramli, Selasa (26/2/2025).

Untuk mekanisme kerja sama dengan vendor, Ramli menyebut pihak vendor harus menyiapkan dana talangan.

Dana ini, lanjut Ramli, untuk mengantisipasi keterlambatan penyaluran dana dari pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN).

Meski begitu, Ramli mengaku daerah Halmahera Selatan yang berbasis kepulauan, akan diberi pertimbangan khusus.

Sehingga, bakal ada vendor yang melayani siswa di bawah dari jumlah yang ditetapkan.

"Tapi sementara kita lagi tunggu arahan dari pusat seperti apa. Sementara ini, program MBG baru jalan di Bacan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Ramli mengatakan bahwa di Halmahera Selatan baru dua dapur yang dibangun untuk melayani 30 lebih sekolah dalam program MBG.

Dapur pertama berada di Desa Tembal, Kecamatan Bacan Selatan, melayani 27 sekolah, dan dapur kedua di Desa Amasing Kota, Kecamatan Bacan, melayani tiga sekolah.

"Sementara ini sedang bertahap, targetnya semua wilayah ada dapur yang dibangun untuk melayani makan begizi siswa dari PAUD, TK, SD, SMP dan SMA," jelasnya.

Baca juga: Wasit Asal Tajikistan Bakal Pimpin Laga Timnas Indonesia vs Bahrain

Ramli menambahkan, program MBG ini akan membuka lapangan kerja kepada masyarakat di sektor pertanian dan peternakan.

Ia pun mengimbau warga Halmahera Selatan agar memulai usaha tanaman bulanan dan peternakan sejak awal. Sebab ke depan, pasokan pangan akan dibutuhkan lebih besar.

"Jadi masyarakat lokal kalau punya peternakan ayam misalnya, maka pemerintah mengutamakan ambil ayam dari dia. Kalau tidak ada, baru diambil di luar. Begitu juga untuk sayur-mayur," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved