Selasa, 28 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Kemenag Malut

Tokoh Agama dan Masyarakat Kayu Merah Mendatangi Pura Siwa Jagat Karana Ternate

"Terima kasih dan rasa haru atas toleransi yang ditunjukkan umat muslim di Ternate, "kata Pembimas Hindu Kemenag Malut Eko Prasetyo

|
Editor: Munawir Taoeda
Tokoh Agama dan Masyarakat Kayu Merah Mendatangi Pura Siwa Jagat Karana Ternate - Nyepi-2025-di-Maluku-Utara.jpg
Dok Kemenag Maluku Utara
Suasana pembersihan Pura Siwa Jagat Karana Ternate, Maluku Utara
Tokoh Agama dan Masyarakat Kayu Merah Mendatangi Pura Siwa Jagat Karana Ternate - Nyepi-2025-di-Maluku-Utara-01.jpg
Dok Kemenag Maluku Utara
Suasana pembersihan Pura Siwa Jagat Karana Ternate, Maluku Utara

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Pemerintah telah menetapkan Hari Raya Nyepi 2025 jatuh pada tanggal 29 Maret 2025 dengan mengangkat tema "Manasewa, Madawasewa Mewujudkan Indonesia Emas 2045".

Tema ini mengandung makna melayani sesama/manusia merupakan salah satu wujud pelayanan kepada Hyang Widhi Wasa mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Eko Prasetyo selaku Pembimbing Masyarakat Hindu (Pembimas Hindu) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara (Kanwil Kemenag Malut) mengatakan Hari Raya Nyepi di Maluku utara akan dipusatkan di Pura Siwa Jagat Karana Ternate.

"Jelang perayaan nyepi sejak tadi pagi tokoh agama Islam dan masyarakat dari masjid sekitar kelurahan Kayu Merah mendatangi Pura Siwa Jagat Karana Ternate, melakukan kerja bakti dilingkungan Pura bersama-sama umat Hindu, "terang Eko.

Baca juga: Jelang Idul Fitri 2025, Pemprov Maluku Utara Salurkan TPP dan THR

Ia menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa haru atas toleransi yang ditunjukkan umat muslim di kota Ternate. Ini merupakan salah satu wujud nyata adanya toleransi umat Bergama di Maluku Utara.

"Saya sangat berterimakasih kepada Ketua RT 011/RW 004 Kayu Merah, tokoh agama Islam dan warga, yang turut membantu kerja bakti di Pura demi kenyamanan pelaksanaan ibadah nyepi umat Hindu Maluku Utara, "ucap Pembimas Hindu.

Pembimas Hindu juga menambahkan bahwa, kerukunan beragama, moderasi beragama adalah sebuah keniscayaan dan bisa kita wujudkan.

Kegiatan ini juga sebagai bentuk dari Tri Hita Karana, dimana selain kita harus menjalin hubungan yang baik dengan Tuhan Yang Maha Esa, juga harus membina hubungan harmonis dengan sesama manusia dan lingkungan alam tempat kita tinggal, "tutur Eko.

Baca juga: H-3 Idul Fitri 2025, Disoperinsakop Halmahera Selatan Awasi Penyaluran Minyak Tanah di Labuha

Ketua PHDI Maluku Utara pun turut mengucapkan terima kasih atas perhatian saudara-saudara kita dari umat Muslim. Kegiatan ini menambah nuansa harmoni antar umat beragama dalam keberagaman di Kota Ternate.
Sementara itu Kepala Kanwil Kemenag Malut H. Amar Manaf, mendengar hal tersebut merasa senang.

Ia mengatakan menjaga keharmonisan lingkungan dan kerukunan antar umat merupakan perintah agama, ada di agama mana saja.

"Saya ucapkan terimakasih dan apresiasi sebesar-besarnya atas toleransi yang telah ditunjukkan para tokoh agama Islam, dan masyarakat sekitar Pura, khususnya di Kelurahan Kayu Merah, Kecamatan Ternate Selatan yang dikenal sebagai kampung moderasi beragama, semoga kita selalu hidup berdampingan dalam keberagaman, "tutur Amar. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved