Halmahera Selatan
Jadi Ibu Kota Kecamatan Gane Timur, Pemkab Halmahera Selatan Diminta Perhatikan Desa Maffa
Warga Desa Maffa, Kecamatan Gane Timur, berharap perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Sitti Muthmainnah
TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Warga Desa Maffa, Kecamatan Gane Timur, berharap perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.
Menurut warga, Desa Maffa yang merupakan Ibu Kota Kecamatan Gane Timur dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), masih jauh tertinggal dari kecamatan lainnya.
Faisal Aba, Tokoh Masyarakat Desa Maffa, mengatakan Desa Maffa sudah menjadi pusat pemerintahan kecamatan sejak Maluku Utara masih berstatus kabupaten tingkat II dalam Provinsi Maluku, dengan wilayah administratif Kabupaten Maluku Utara yang ber-Ibu Kota di Ternate.
Baca juga: Masalah Honorer Kembali Mencuat, DPRD Minta Pemkab Halmahera Selatan Seriusi Seleksi PPPK
Namun, seiring berjalannya waktu, Desa Maffa seolah dibiarkan begitu saja tanpa perhatian serius dari pemerintah daerah.
Sebagai salah satu Ibu Kota kecamatan tertua di Halmahera Selatan, Faisal menyebut perkembangan Desa Maffa harusnya lebih jauh.
“Seharusnya, perkembangannya lebih maju dan terencana dibandingkan kecamatan-kecamatan baru yang ada di Halmahera Selatan. Tetapi kenyataannya, desa ini seperti daerah yang terlupakan,” ujarnya, Jumat (4/4/2025).
Ia mengklaim, hingga pemerintahan saat ini, Desa Maffa selalu diperlakukan sebagai Ibu Kota Kecamatan hanya dalam tataran administratif, tanpa pembangunan nyata yang bisa dirasakan langsung oleh warga.
Salah satu hal yang paling disoroti Faisal adalah kondisi infrastruktur dasar di Desa Maffa yang jauh dari layak. Sepperti jalan utama desa yang hingga kini lebih mirip terumbu karang yang rusak.
“Jalan utama di Desa Maffa berlubang di sana-sini. Saat musim panas, debu beterbangan mengganggu kesehatan warga. Begitu masuk musim hujan, jalanan berubah menjadi kubangan lumpur yang sulit dilewati. Ini kondisi yang tidak pantas untuk sebuah Ibu Kota Kecamatan,” tegas Faisal.
Ia pun membandingkan kondisi Maffa dengan beberapa Ibu Kota Kecamatan di daerah lain, terutama di Halmahera Tengah, yang pembangunannya lebih tertata.
Oleh sebab itu, bagi Faisal, sudah saatnya Pemkab Halmahera Selatan menjadikan Desa Maffa sebagai prioritas pembangunan.
Faisal menegaska, Desa Maffa bukan hanya sekadar sebuah desa biasa, melainkan pintu gerbang bagi Halmahera Selatan, karena lokasinya yang berbatasan langsung dengan Halmahera Tengah.
“Jika Desa Maffa terus dibiarkan dalam kondisi seperti sekarang, maka citra Pemerintahan Bassam-Helmi (Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan) juga akan ikut tercoreng."
"Desa ini adalah bagian dari wajah pemerintahan Halmahera Selatan. Jika wajah ini dibiarkan kusam, bagaimana masyarakat bisa percaya bahwa pemerintahan saat ini peduli terhadap pembangunan yang merata ?,” ungkapnya.
Baca juga: Skuad Malut United Latihan Perdana Hari Ini Pasca Libur Lebaran, Minus Wbeymar Angulo
Faisal yang juga mantan Ketua Bawaslu Pulau Morotai ini berharap, Bupati dab Wakil Bupati Halmahera Selatan Bassam Kasuba dan Helmi Umar Muchsin, segera mengambil langkah konkrit membenahi infrastruktur dan meningkatkan kesejahteraan warga Desa Maffa.
Sebab, warga Maffa kini menaruh harapan besar kepada Pemkab Halmahera Selatan agar lebih proaktif dalam memperbaiki kondisi desa. Selain infrastruktur jalan, warga juga berharap adanya peningkatan layanan publik, termasuk fasilitas pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
“Kami butuh lebih dari sekadar janji. Kami ingin tindakan nyata. Desa Maffa ini punya potensi besar untuk berkembang, tapi semua itu hanya bisa terwujud jika ada kemauan dari pemerintah untuk benar-benar hadir dan bekerja,” imbuh Faisal. (*)
| Polisi Perketat Pengawasan Mudik di Halsel–Ternate, Penumpang Wajib Tercatat di Manifes |
|
|---|
| Identitas Mayat Wanita Paruh Baya di Halmahera Selatan, Ditemukan Meninggal di Kebun |
|
|---|
| Polres Halmahera Selatan Lidik Praktik Illegal Logging di Gane Timur, 20 Kubik Kayu Ditahan |
|
|---|
| Kohati Desak Polres Halmahera Selatan Tindak Tegas 16 Terduga Pelaku Rudapaksa Siswi SMP |
|
|---|
| Belum Diperbaiki, Jembatan Ambruk di Halmahera Selatan Telan Korban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Pembangunan-Desa-Maffa.jpg)