Selasa, 2 Juni 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Erupsi Gunung Dukono

BREAKING NEWS: Gunung Dukono Erupsi, Semburkan Kolom Abu Setinggi 1,3 Kilometer

PVMBG mencatat erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 34 milimeter dan durasi 43,67 detik

Tayang:
Dok PVMBG
GUNUNG DUKONO - CCTV Gunung Dukono yang merekam aktivitas eruspi pada Selasa (2/6/2026), sekitar pukul 07:55 WIT, dini hari. Foto diunduh dari dokumen PVMBG. Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi pada pukul 07.55 WIT dengan tinggi kolom abu teramati mencapai sekitar 1.300 meter di atas puncak atau sekitar 2.387 meter di atas permukaan laut. 

Ringkasan Berita:
  • Gunung Dukono di Halmahera Utara kembali erupsi pada Selasa pagi pukul 07.55 WIT dengan kolom abu mencapai sekitar 1,3 kilometer di atas puncak dan mengarah ke timur.
  • PVMBG mencatat erupsi berlangsung selama 43,67 detik dengan amplitudo maksimum 34 milimeter. Status Gunung Dukono masih berada pada Level II (Waspada).
  • Masyarakat dan wisatawan diimbau tidak mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer, serta menggunakan masker untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik.

TRIBUNTERNATE.COM, TOBELO - Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali erupsi pada Selasa (2/6/2026) pagi.

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi pada pukul 07.55 WIT dengan tinggi kolom abu teramati mencapai sekitar 1.300 meter di atas puncak atau sekitar 2.387 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur.

Baca juga: Gunung Dukono di Halmahera Utara Erupsi, Kolom Abu Mencapai 1.300 Meter

dukono erupsi selasa 2 juni 2026_32
GUNUNG DUKONO - CCTV Gunung Dukono yang merekam aktivitas eruspi pada Selasa (2/6/2026), sekitar pukul 07:55 WIT, dini hari. Foto diunduh dari dokumen PVMBG.

PVMBG mencatat erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 34 milimeter dan durasi 43,67 detik.

Saat ini Gunung Dukono masih berada pada Status Level II atau Waspada.

PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Dukono maupun wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, atau mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi.

Selain itu, masyarakat juga diminta selalu menyiapkan masker atau penutup hidung dan mulut. Hal ini mengingat erupsi yang disertai abu vulkanik masih sering terjadi dan arah sebaran abu dapat berubah mengikuti kondisi angin.

PVMBG menegaskan penggunaan masker penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik, terutama pada sistem pernapasan. 

Profil Gunung Dukono

Gunung Dukono merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia yang berada di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. 

Gunung ini dikenal karena aktivitas erupsinya yang terjadi hampir tanpa henti dalam beberapa tahun terakhir.

Secara administratif, Gunung Dukono berada di wilayah Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara. 

Gunung api bertipe stratovolcano ini terletak di bagian utara Pulau Halmahera dan menjadi salah satu destinasi pendakian sekaligus kawasan yang terus dipantau karena aktivitas vulkaniknya.

Gunung Dukono memiliki ketinggian sekitar 1.087 meter di atas permukaan laut (mdpl). Meski tidak terlalu tinggi dibanding gunung lain di Indonesia, Dukono memiliki karakter erupsi yang cukup aktif dan berbahaya, terutama karena lontaran abu vulkanik yang sering terjadi.

Berdasarkan catatan sejarah vulkanologi, erupsi Gunung Dukono telah tercatat sejak tahun 1550. 

Aktivitas gunung ini berlangsung sangat panjang dan berulang, menjadikannya salah satu gunung api paling aktif di Maluku Utara.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved