Pemkab Halmahera Selatan
DPRD Halmahera Selatan Dalami Masalah Seleksi PPPK 2024
BKPPD Halmahera Selatan cenderung tidak selektif dalam memverifikasi berkas calon peserta PPPK
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - DPRD Halmahera Selatan, Maluku Utara bakal mendalami masalah seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap I dan II tahun penerimaan 2024 Lingkungan Pemkab Halmahera Selatan.
Langkah yang dilakukan lembaga wakil rakyat ini untuk mengungkapkan dugaan rekayasa masa kerja puluhan tenaga honorer, guna memenuhi syarat seleksi.
"Ini respons kami terhadap masalah-masalah yang muncul ke publik. Kami akan mencari tahu kebenarannya, "ujar Wakil Ketua DPRD Halmahera Selatan Muslim Hi Rakib, Minggu (6/4/2025).
Politisi PKB ini mengungkapkan bahwa selain rekayasa masa kerja honorer, sejumlah orang juga diduga tidak pernah mengabdi sebagai tenaga honorer namun lulus seleksi PPPK.
Baca juga: Kohati Desak Polres Halmahera Selatan Tindak Tegas 16 Terduga Pelaku Rudapaksa Siswi SMP
Muslim pun menilai kinerja Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Halmahera Selatan cenderung tidak selektif dalam memverifikasi berkas calon peserta PPPK.
"Ada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dugaannya ke situ. Kemudian beberapa Puskesmas dan sekolah. Jadi BKPPD ini tidak selektif, "ujarnya.
Baca juga: Aksi Protes, Warga Kelurahan Kasturian Ternate Tanam Pohon Pisang di Jalan
Muslim menyebut dalam waktu dekat pihaknya akan mengagendakan rapat lintas Komisi. Rapat ini melibatkan BKPPD selaku panitia seleksi PPPK di daerah.
Jika dalam rapat tersebut ditemukan fakta-fakta yang mengarah pada dugaan rekayasa masa kerja tenaga honorer, maka DPRD Halmahera Selatan secara kelembagaan mengambil langkah tegas.
"Kami di DPRD akan mengeluarkan rekomendasi ke pemerintah daerah atas hasil seleksi PPPK tersebut, jika memang ada unsur kesengajaan atas dugaan-dugaan tersebut. Kami juga akan tanyakan, hasil klarifikasi puluhan peserta PPPK yang dilakukan BKPPD, "tandasnya. (*
| Puluhan Pangkalan Kayu di Halmahera Selatan Ditutup Sementara, Terindikasi Masalah Izin Bahan Baku |
|
|---|
| Realisasi PAD Halmahera Selatan Triwulan I 2026 Tak Capai 25 Persen, Begini Penjelasannya |
|
|---|
| Kasus Stunting Masih Tinggi, Dinkes Halmahera Selatan Dorong Optimalisasi Program Imunisasi |
|
|---|
| Dinkes Halmahera Selatan Larang Operasi 7 Dapur MBG karena Belum Kantongi SLHS |
|
|---|
| Dugaan Pengkondisian Proyek Jalan di Kastim Halmahera Selatan Dilaporkan ke Polisi, Seret 2 Pejabat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/08012024_Muslimhirakib2424.jpg)