Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemprov Malut

Inflasi Maluku Utara di Maret 2025 Diangka 2,65 Persen

Inflasi Pemprov Maluku Utara tersebut, didalamnya turut menyumbang dari dua sektor komoditi cabe rawit dan tomat

|
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Dok Tribun Lampung
PROGRAM: Ilustrasi inflasi. Inflasi Maluku Utara di angka 2,65 mersen 

TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Sesuai data BPS, inflasi Pemprov Maluku Utara pada Maret 2025 di angka 2,65.

Plt Kepala Dinas Pertanian Maluku Utara Asrul Gailae mengatakan, angka inflasi didalamnya turut disumbang dua sektor komoditi yakni cabe rawit dan tomat.

"Jadi inflasi terlihat naik terhitung Maret karena dua komoditi ini sangat berperan," jelas Asrul Gailea, Rabu (9/4/2025).

Baca juga: Kades Indong Juma Tuahuns Terjaring Razia, Fraksi PKB Tantang Bupati Halmahera Selatan

Hal tersebut juga tak lepas dengan adanya program pembukaan 1000 lahan baru pertanian di Maluku Utara.

Sehingga komoditi itu menjadi prioritas. Seperti komoditi bawang merah, cabe dan tomat.

"Sekarang ini kita juga lagi menunggu proses perubahan anggaran tahun ini, sehingga program 1000 lahan baru pertanian terus berjalan."

"Apalagi pada Ramadan kemarin kami sudah melakukan pengecekan langsung di lapangan untuk beberapa titik lahan yang sudah mulai digarap petani," jelasnya.

Baca juga: Fakta-fakta Kadishub Malut Dipolisikan Istri karena Poligami: Minta Sherly Laos Beri Sanksi

Dikatakan, dalam sejarah inflasi, pihaknya terus mengikuti dari mulai tahun 2022, 2023, 2024 dan sampai kini.

Sehingga Maluku Utara masih masuk inflasi terbaik di 5 besar nasional/Indonesia.

"Dengan program 1.000 pembukaan lahan baru pertanian, itu juga mendongkrak kenaikan inflasi di sektor komoditi," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved