Selasa, 28 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemprov Malut

Sherly Laos: Maluku Utara Harus Jadi Contoh Ketahanan Ekonomi Nasional

Apindo Maluku Utara adalah mitra strategis pemerintah, bukan hanya sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sebagai pembuka lapangan kerja

Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Istimewa
EVENT: Gubernur Maluku Utara Sherly Laos berbicara pada acara Halal Bihalal DPP APINDO Maluku Utara, Sabtu (12/4/2025) malam 

TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Di tengah tantangan ekonomi nasional dan global, Gubernur Maluku Utara Sherly Laos menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pekerja dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dua digit di wilayahnya.

Hal ini disampaikan dalam Halal Bihalal DPP Apindo Maluku Utara yang digelar di Ballroom Muara Hotel, Sabtu (12/03/2025) tadi malam.

Rilis

Mengawali sambutannya, Gubernur menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi, seraya menekankan pentingnya semangat kebersamaan untuk menatap masa depan yang lebih solid.

"Mungkin sebelumnya sempat ada dinamika internal Apindo. Tapi hari ini kita sepakat untuk menatap ke depan bersama, membangun Maluku Utara dengan semangat kolaborasi, "ujar Gubernur.

Baca juga: Sherly Laos Tuai Hasil Rapat Benny Laos sebelum Tiada: Papi Pasti Bangga Lihat Mereka Bahagia

Dalam konteks nasional, Sherly menyampaikan bahwa hanya dua provinsi di Indonesia yang masih berhasil mempertahankan pertumbuhan ekonomi dua digit—Papua Barat dan Maluku Utara.

Meski mengalami penurunan dari 27 persen ke 13?lam tiga tahun terakhir, Sherly menilai angka tersebut tetap menunjukkan resiliensi ekonomi yang luar biasa.

"Ini adalah anugerah sekaligus tanggung jawab besar. Kita harus menjaga tren positif ini melalui sinergi yang kuat antar sektor, "tegasnya.

Menurut Sherly, Apindo adalah mitra strategis pemerintah, bukan hanya sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sebagai pembuka lapangan kerja dan penguat struktur sosial masyarakat.

"Pertumbuhan tidak bisa berdiri sendiri. Kita butuh kekuatan kolaboratif antara pengusaha, pemerintah, dan pekerja. Inilah cara kita menjaga Maluku Utara tetap tangguh di tengah ketidakpastian global, "ucap Gubernur perempuan pertama di Maluku Utara itu.

Sherly juga menyinggung agenda jangka pendek pemerintahannya bersama Wakil Gubernur H. Sarbin Sehe, yakni mewujudkan swasembada pangan. Ia berharap pelaku usaha lokal dapat mengambil peran aktif dalam membangun kemandirian pangan daerah.

"Sudah saatnya kita tidak tergantung lagi pada pasokan dari luar. Maluku Utara harus bisa swasembada beras, rica, tomat, telur, dan ayam. Dua tahun ke depan kita targetkan ada progres nyata. Kami butuh Apindo di garda depan, "tegasnya.

Sementara itu, Ketua Apindo Malut Gazali Abd Muthalib menyambut baik ajakan kolaborasi tersebut. Ia menegaskan bahwa Apindo siap mendukung agenda pembangunan Pemerintah Provinsi, terutama dalam pengembangan Kota Sofifi, pembukaan lapangan kerja, dan penguatan basis ekonomi lokal.

"Kita sudah bentuk Forum Pengusaha Maluku Utara yang menaungi 20 asosiasi. Ini modal besar untuk bangkit bersama, "ujar Gazali.

Ia juga mengajak seluruh pelaku usaha untuk mengakhiri konflik internal dan kembali bersatu demi kepentingan bersama.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved