Senin, 8 Juni 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Tidore Kepulauan

Rakor Penanggulangan Bencana dan Simulasi Tsunami di Tidore, Ahmad Laiman Sebut Perlu Libatkan Sipil

Bencana alam merupakan sesuatu yang tidak dapat dikira kejadiannya, namun penanggulangannya dapat digalakkan.

Tayang:
Penulis: Faisal Amin | Editor: Isvara Savitri
Dok. Prokopim Kota Tidore
PENANGGULANGAN BENCANA - Pembukaan rakor penanggulangan dan simulasi tsunami BPBD Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Senin (5/5/2025). Wakil Wali Kota Tidore Ahmad Laiman sebut pentingnya organisasi sipil. 

TRIBUNTERNATE.COM, TIDORE - Sesuai dengan visi mewujudkan Kota Tidore yang aman, nyaman, dan ramah untuk semua, maka pengelolaan organisasi-organisasi yang mengedepankan penanggulangan bencana harus dilakukan secara baik agar memiliki ketangguhan dan kemampuan agar bisa menyelamatkan masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman dalam sambutannya pada pembukaan rapat koordinasi penanggulangan bencana dan simulasi bencana tsunami tahun 2025.

Acara tersebut berlangsung di halaman Kantor BPBD Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Senin (5/5/2025).

Bencana alam merupakan sesuatu yang tidak dapat dikira kejadiannya, namun penanggulangannya dapat digalakkan.

“Bencana bukanlah sesuatu yang diingin. Melalui kegiatan kita duduk bersama untuk membicarakan hal-hal  yang penting, dan ketika terjadi hal yang demikian, maka sudah ada peta-peta yang memungkinkan untuk dapat dilakukannya koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar bisa menanggulanginya dengan secara maksimal,” tuturnya.

Baca juga: Warga Kota Ternate Diminta Segera Bayar PBB 2025, Bisa Lewat BPRS atau BP2RD

Baca juga: Mantan Caleg PKS dan PKB Halmahera Selatan Lulus PPPK, BKPPD Akan Investigasi

Penanggulangan bencana perlu melibatkan organisasi sipil.

Maka, pengetahuan terkait penanggulangan kebencanaan harus diberikan sehingga memunculkan kesiapan.

“Demi terciptanya keamanan dan kenyamanan di Kota Tidore Kepulauan. Masyarakat harus menciptakan kondisi psikologis yang kondusif pada diri mereka masing-masing, bahwa ketika dalam kondisi apapun pemerintah selalu hadir untuk melindungi," Ahmad Laiman.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kota Tidore Kepulauan Muhammad Abubakar, menyebut rakor bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam penanggulangan bencana di Kota Tidore Kepulauan.

Kegiatan ini berlangsung pada 5–6 Mei 2025.

Ada 82 peserta yang terdiri dari OPD terkait termasuk TNI, Polri, Forum PRB, organisasi-organisasi mitra BPBD, dan Tim Pusdalops BPBD Kota Tidore Kepulauan.(*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved