Pemprov Malut
5 Solusi Sherly Laos untuk Memajukan Transportasi Maluku Utara, Termasuk Bus Sekolah dan Seaplane
Berikut ini adalah lima solusi konkret yang dicanangkan oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos atau Sherly Tjoanda, terkait dengan transportasi.
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
"Yang kami butuhkan hanya basic needs, iya kami kaya tapi kami miskin, dan pendidikan adalah salah satu cara untuk menghapus kemiskinan struktural."
"Ketika suatu hari nanti sumber daya alamnya habis, masyarakatnya di situ sudah menjadi arsitek, sudah menjadi, pengacara," ucap sang gubernur.
Pemprov Perbaiki Akses Jalan
Gerak cepat Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos atau Sherly Tjoanda dan jajarannya dalam memperbaiki akses jalan yang terputus.
Telah terjadi longsor yang mengakibatkan terputusnya jembatan penghubung wilayah Halmahera Utara dan Halmahera Barat.
Bencana yang diawali banjir itu terjadi pada 24-25 April 2025 hingga mengakibatkan akses jalan terputus.
Untuk segera menanggulanginya Pemprov Maluku Utara memberikan dana Rp7,3 miliar dari BTT untuk penanganan darurat.
"Respon cepat Pemprov Maluku Utara.
Akibat jembatan putus & longsor di Halut dan Halbar (24–25 April 2025), akses warga sempat terputus.
Kami alokasikan Rp7,3 M dari Dana BTT untuk penanganan darurat.
Jalan harus aman & terhubung. Ekonomi harus jalan.
Rakyat harus terlindungi." tulis Sherly Laos.
Sherly Laos Perjuangkan Tanah
Sherly Laos memperjuangkan hak milik tanah milik rakyat.
Sherly Laos memberi kepastian hukum untuk setiap jengkal tanah milik warga.
Hal ini dilakukan dengan penandatanganan kerja sama antara Pemprov Maluku Utara dan BPN.
Kepastian ini juga merupakan pondasi untuk membangun pemerintahan yang lebih tertib, akuntabel, dan kuat.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.