Aliansi Anak Muda Nahdliyin Maluku Utara Desak Bebaskan 11 Aktivis Pejuang Lingkungan
Aliansi Anak Muda Nahdliyin Maluku Utara mendesak untuk membebaskan 11 aktivis pejuang lingkungan di Halmahera Timur
Penulis: M Julfikram Suhadi | Editor: Munawir Taoeda
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - "Di tengah prosesi sakral, saat warga hendak memulai ritual adat sebagai bentuk penolakan terhadap kehancuran tanah mereka, negara datang membawa borgol bukan perlindungan."
"Sebanyak 27 warga ditangkap Polisi saat aksi protes terhadap aktivitas tambang nikel milik PT Position pada Minggu, 18 Mei 2025."
"Protes mereka bukan tanpa alasan, itu adalah jeritan panjang yang selama berbulan-bulan menyaksikan hutan adat mereka dihancurkan."
"Sungai-sungai diracuni lumpur tambang dan kebun-kebun yang mereka rawat turun-temurun diubah merjadi tanah mati."
Baca juga: Kolaborasi BPJS Kesehatan dan Pemkab Morotai Guna Penguatan UHC
Demikian kata Kordinator Aksi Aliansi Anak Muda Nahdliyin Maluku Utara Safrian Sula saat berunjuk rasa, Selasa (3/6/2025).
Diketahui, unjuk rasa ini berlangsung di 3 titik yakni di Landmark, kediaman Gubernur Maluku Utara dan Polda Maluku Utara.
Dalam orasinya, PT Position telah menerobos masuk lahan tanpa izin rakyat.
"Tidak ada pemberitahuan, tidak ada persetujuan, tidak ada musyawarah, yang ada hanyalah suara alat berat yang menggantikan suara burung di hutan."
"Dan ketika warga mempertahankan tanah mereka sendiri, negara justru datang sebagai 'algojo', "teriak Safrian Sula.
Kelompok ini juga mempertanyakan 11 warga Halmahera Timur yang ditetapkan sebagai tersangka.
"Ini adalah bentuk kriminalisasi yang terang-terangan dan bukan yang pertama, "imbuhnya
"Parang yang digunakan untuk berkebun kini dianggap senjata."
"Ritual adat dianggap premanisme dan teriakan rakyat dianggap menghalangi investasi, "lanjutnya.
Pihaknya juga menyoroti Pasal 162 UU Minerba yang kembali digunakan sebagai senjata hukum untuk membungkam rakyat.
"Pasal ini telah lama menjadi momok bagi petani, masyarakat adat dan nelayan yang berani menyuarakan keberatan terhadap perampasan ruang hidup."
| IPK 3,75 dan Tekad Kuat, Yudhoyono Tandey Tembus Lulusan Terbaik UT Ternate |
|
|---|
| Ancaman PHK Massal Mengintai Maluku Utara, Dampak Pemangkasan Produksi Nikel Mulai Terasa |
|
|---|
| Jadwal Kapal Pelni KM Tatamailau Mei 2026, Koreksi Voyage 05.2026 Terbaru |
|
|---|
| Kerusakan 99 Persen, Kerugian Kebakaran di SMA Negeri 7 Ternate Ditaksir Capai Rp2 Miliar |
|
|---|
| Cuaca Maluku Utara Besok Kamis 7 Mei 2026, BMKG Prediksi Hujan dan Berawan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Tuntutan-Aliansi-Anak-Muda-Nahdliyin-Maluku-Utara.jpg)