Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemprov Malut

Warga Dibikin Nangis Sherly Laos, Terharu Diantar Langsung Gubernur Malut Berobat ke Rumah Sakit

Seorang warga Maluku Utara bernama Ria dibuat menangis oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos atau Sherly Tjoanda.

|
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
Instagram.com/@s_tjo
SHERLY ANTARKAN WARGA - Gubernur Maluku Utara Sherly Laos saat temui dan mengantarkan Ria, warga Kelurahan Kampung Makassar, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, yang menderita kista selama lebih dari 1 tahun. Tangkapan layar dari unggahan video di Instagram @s_tjo, Sabtu (21/6/2025). 

"Saya sangat mengapresiasi dukungan dari 10 kabupaten/kota Provinsi Maluku Utara."

"Komitmen, kerja sama, niat baik dari semua pihak terkait yang bisa mewujudkan hari ini, bulan Juni ini kita bisa UHC Prioritas Provinsi Maluku Utara," ujarnya.

Nyawa Taruhannya

Nyawa warga Maluku Utara yang menjadi taruhan kala fasilitas kesehatan tidak memadai.

Hal inilah yang memotivasi Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos atau Sherly Tjoanda, untuk memajukan fasilitas kesehatan bagi warganya.

Sherly Laos ingin Maluku Utara segera mencapai standar Universal Health Coverage atau UHC prioritas.

Hal ini supaya semua penduduk, terutama kelompok rentan, mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang terjamin hanya bermodalkan KTP.

Dalam unggahan terbarunya di Instagram @s_tjo, Sherly Laos menegaskan bahwa dirinya ingin akses fasilitas kesehatan bisa dilakukan di mana saja saat warganya membutuhkan.

"Ketika sakit, ketika harus operasi, ketika harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang urgent, di mana pun faskes seluruh Indonesia, mereka bisa melakukannya secara online secara offline."

"Bisa langsung mendaftar, bisa langsung aktif, bisa langsung mendapatkan pelayanan kesehatan yang bisa menyelamatkan nyawa mereka," ujar Sherly Laos.

"Malut capai UHC Prioritas.
Anggaran siap. PR selanjutnya peningkatan kualitas pelayanan..

Kesehatan inklusif hanya akan tercapai kalau kita gerak bareng:
Dari BPJS, Dinas Kesehatan, Dukcapil, nakes 10
Kab Kota, sampai perangkat desa.
RNAIE,

Terima kasih untuk semua pejuang
kesehatan yang terus bekerja di balik layar.
Kalian bukan cuma ngebantu orang sembuh...
Tapi bikin negeri ini lebih manusiawi.

“Sehat itu hak. Bukan privilege. Dan UHC
adalah cara kita mewujudkannya.”" tulisnya.

Sherly Laos Tidak Bisa Janji

Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos atau Sherly Tjoanda, tidak bisa menjanjikan suatu hal saat rapat bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sherly Laos turut hadir dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pemberantasan Korupsi  pada Sinen, 16 Juni 2025.

Dalam unggahan terbarunya, Sherly Laos menyadari data dari KPK, yakni soal Maluku Utara menjadi salah satu provinsi yang paling rawan korupsi.

Meski demikian, Sherly Laos mengajak para pejabat untuk bersama-sama memperbaiki sistem yang ada.

Sherly Laos tidak bisa berjanji menjadi pemimpin yang sempurna.

Namun, istri dari mendiang Benny Laos itu menegaskan dirinya tidak akan tutup mata.

"Ketika saya menerima amanah sebagai Gubernur Maluku Utara, saya tahu perjalanan ini tidak mudah.
Saya mewarisi provinsi yang—menurut data KPK—pernah masuk daftar salah satu yang paling rawan korupsi.

Tapi saya percaya: perubahan hanya mungkin kalau kita mau dibimbing dan dibenahi.
Karena itu, saya menyambut kehadiran KPK bukan sebagai ancaman, tapi sebagai kompas.
Bukan sekadar pengawasan, tapi pendampingan menuju perbaikan.

Saya tidak janji akan sempurna. Tapi saya janji: tidak akan tutup mata.
Dan hari ini, kita bergerak bersama." tulisnya di Instagram @s_tjo.

(TribunTernate.com/ Ifa Nabila) 

 

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved