Harga Bawang Tembus Rp80 Ribu per Kg, Anggota DPRD Ternate Bilang Begini
Harga bawang merah di Kota Ternate, Maluku Utara, melambung tinggi dari sebelumnya Rp45.000 menjadi Rp80.000 per kilogram
Penulis: M Julfikram Suhadi | Editor: Sitti Muthmainnah
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE– Harga bawang merah di Kota Ternate, Maluku Utara, melambung tinggi dari sebelumnya Rp45.000 menjadi Rp80.000 per kilogram (Kg).
Sementara, bawang putih seharga Rp70 ribu per Kg.
Ini sesuai pengamatan Tribunternate.com di Pasar Higienis, Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah, Selasa (24/6/2025).
Baca juga: Percepatan Program Digitalisasi di Halmahera Timur
Lani (34) salah satu pedagang di pasar Higienis mengungkapkan, kenaikan harga bawang ini lantaran cuaca buruk yang berdampak pada stok para agen.
"Iyah, cuaca buruk, makanya stok menjadi langka," katanya kepada Tribunternate.com.
Perihal ini pun memantik reaksi Wakil ketua II DPRD Kota Ternate, Jamian Kolengsusu.
Kata dia, kenaikan harga bawang merah yang cukup tinggi sudah tidak normatif lagi.
“Ini karena kita selalu bergantung pada pasokan dari luar daerah penghasil, seperti Manado, Enrekang, Bima maupun Probolinggo,” ujarnya.
Dia juga mengungkapkan, kenaikan harga ini, selain pengaruh alam, juga ada dugaan permainan harga di tingkat distributor.
“Pembeli tidak beli langsung dari petani penghasil (produsen) bawang, tapi dari tangan kedua, sehingga mungkin ada permainan, sampai harga menjadi naik,” jelas dia.
Jamian bilang, kondisi alam yang mungkin tidak menentu dalam sisi transportasi agak terhambat.
Setiap kebutuhan, lanjutnya, apabila permintaan semakin banyak, sementara persediaan terbatas, maka harganya bergerak naik.
"Kalau bawang misalnya, sangat sensitif dengan cuaca. Jadi mungkin hasil produksi menurun, sedangkan permintaan semakin besar."
Baca juga: Kejari Halmahera Selatan Periksa 135 Saksi Kasus Korupsi Dana Desa Labuha
“Karena kemarin ada acara orang haji, lebaran Idul Adha, wisuda dan macam-macam, sehingga stok bawang merah di gudang menipis. Hal seperti ini merupakan moment tertentu yang membuat harga naik hampir dua kali lipat,” tambahnya.
Setiap momen itu, menurut Jamian, harus dihitung dan dikalkulasi secara matang.
“Ketersediaan bawang merah di Kota Ternate tergantung pasokan dan harga saat ini naik cukup men colok hanya sesaat,sehingga belum ada perhatian khusus dari pemerintah untuk bagaimana melakukan intervensi di pasaran,” tegasnya. (*)
Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa 2017, Pemkab Taliabu Cari Pengganti Salim Ganin |
![]() |
---|
Gercep, BPBD Tidore Lakukan Penanganan Banjir di Dusun Toburo Kecamatan Oba Utara |
![]() |
---|
Hanafi Jalani Tes Kejiwaan, Kapolsek Maba Halmahera Timur: Hasilnya Menyusul |
![]() |
---|
Nilai Produksi Ikan Tangkap Nelayan di Halmahera Selatan Capai Rp 45 Miliar Lebih |
![]() |
---|
Inspektorat dan BPBJ Maluku Utara Bahas Rencana Aksi SPI KPK 2025 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.