Kamis, 28 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Hasil Riset: Pengguna ChatGPT Alami Penurunan Aktivitas Otak

Hasil analisis EEG menunjukkan kelompok yang menggunakan alat bantu ChatGPT secara keseluruhan, mengalami penurunan aktivitas otak sebanya 55 persen

Tayang:
Editor: Munawir Taoeda
Tribunnews.com/Digital Trends
TEKNOLOGI: Ilustrasi logo OpenAI dan ChatGPT 

Selain menggunakan alat, hasil analisis ini juga ditentukan dari tulisan esai yang turut dianalisis secara linguistik dan dinilai langsung oleh guru manusia maupun agen AI. Para peserta juga perlu melakukan wawancara setelah sesi menulis selesai.

Meski studi ini masih belum melewati proses tinjauan (peer-review) dari peneliti lain di luar MIT, hasil awal yang ditemukan tim MIT Media Lab ini disebut cukup mengejutkan.

Pasalnya, hasil analisis EEG tersebut menunjukkan bahwa kelompok yang menggunakan alat bantu ChatGPT secara keseluruhan, mengalami penurunan aktivitas otak sebanyak 55 persen dibandingkan kelompok yang menulis esai tanpa alat bantu apapun.

Artinya, seseorang yang menggunakan ChatGPT secara terus-menerus aktivitasnya otaknya menjadi pasif.

Tidak ada keterlibatan untuk berpikir secara mandiri karena hampir seluruh prosesnya dilakukan oleh AI.

Apabila dibandingkan dengan kelompok yang menggunakan mesin pencari (search engine), kelompok ini menunjukkan keterlibatan otak yang sedikit lebih kecil, yaitu antara 34 persen hingga 48 persen.

Sementara itu, peneliti menyebut bahwa untuk kelompok yang menulis esai tanpa alat bantu apapun, menunjukkan aktivitas keterlibatan otak paling tinggi.

Sebab, selama proses menulis, mereka benar-benar mengandalkan kemampuan otak sendiri tanpa campur tangan AI.

"Kelompok Brain-only mengandalkan jaringan saraf yang lebih luas dan terdistribusi untuk konten yang dihasilkan secara internal, "jelas tim peneliti MIT, dikutip The Register.

"Kelompok Search Engine mengandalkan strategi hibrida dari manajemen informasi visual dan kontrol regulasi, dan kelompok LLM mengoptimalkan integrasi prosedural dari saran yang dihasilkan AI," tambah mereka.

Menurut peneliti, perbedaan tingkat aktivitas tersebut bisa menimbulkan "implikasi signifikan", khususnya bagi praktik pendidikan dan cara seseorang, khususnya murid, dalam memahami pembelajaran.

Tim peneliti menemukan bahwa tes pengujian penggunaan ChatGPT untuk menulis esai ini ternyata juga membawa pengaruh pada daya ingat atas esai yang sudah mereka tulis sebelumnya.

"Dalam studi ini kami menunjukkan masalah mendesak berupa kemungkinan penurunan keterampilan belajar."

"Peserta kelompok LLM berprestasi lebih buruk daripada rekan-rekan mereka dalam kelompok Brain-only di semua tingkatan, "kata tim peneliti.

Temuan ini didapatkan setelah peneliti menukar instruksi antar kelompok tersebut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved