Rabu, 22 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemprov Malut

BNPB Soroti Penanganan Banjir dan Potensi Bencana di Maluku Utara

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Bencana di Provinsi Maluku Utara

Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
TribunTernate.com/Sansul Sardi
RAKOR - Kepala BNPB Pusat Letjen TNI Dr Suharyanto saat diwawancarai usai Rakor dengan Gubernur Maluku Utara Sherly Laos, Senin (30/6/2025). 

TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI –Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Bencana di Provinsi Maluku Utara, Senin (30/6/2025).

Dalam forum yang dihelat di Hotel Bela Ternate itu, BNPB memaparkan data bencana terkini, termasuk banjir, tanah longsor, dan aktivitas vulkanik di wilayah Maluku Utara.

Agenda ini mempertegas pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi risiko bencana yang semakin kompleks.

Baca juga: Chelsea Langsung Bisa Balik Modal untuk Jamie Gittens atau Joao Pedro kalau Menang Lawan Palmeiras

Data BNPB menunjukkan bahwa selama lima tahun terakhir (2020–2024), Maluku Utara mengalami 181 kejadian bencana, dengan 92,82 persen di antaranya merupakan bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor.

Kabupaten Halmahera Selatan dan Halmahera Utara menjadi wilayah paling rawan.

Puncaknya pada 21 Juni 2025, banjir besar terjadi di Halmahera Selatan akibat curah hujan ekstrem dan luapan Sungai Inggoi. Sebanyak 3.301 KK atau 14.071 jiwa terdampak, dengan 612 KK harus mengungsi.

Selain itu, banjir juga merusak 4 jembatan, merendam 2.685 rumah, dan mengakibatkan satu korban jiwa.

Tidak hanya di Halmahera Selatan, pada 27 Juni 2025, banjir dan tanah longsor juga melanda Kota Tidore Kepulauan, khususnya di Kecamatan Tidore Utara dan Oba. Empat rumah rusak, jalur transportasi terputus akibat longsor, dan infrastruktur seperti instalasi pipa PDAM mengalami kerusakan.

Kejadian ini menyoroti pentingnya pembangunan kembali tembok penahan tanah sebagai kebutuhan mendesak.

Dalam merespons cepat bencana tersebut, Letjen TNI Dr. Suharyanto menuturkan, BNPB menyalurkan bantuan logistik, di antaranya 500 paket sembako, makanan siap saji, hygiene kit, baby kit, tenda pengungsi, jas hujan, serta toilet portabel dan lampu solar panel. Bantuan juga diarahkan untuk memperkuat dapur umum dan posko evakuasi.

Khusus untuk banjir bandang di Ternate tahun lalu, BNPB telah mengalokasikan dana operasional sebesar Rp 750 juta dan bantuan logistik mencakup tenda, light tower, pompa air, dan peralatan kebersihan.

Letjen TNI Dr. Suharyanto juga menyoroti aktivitas vulkanik di sejumlah gunung api di Maluku Utara, yakni Gamalama, Ibu, dan Dukono berstatus Waspada (Level II).

Gunung Dukono bahkan sempat mengalami erupsi eksplosif dengan kolom abu setinggi 1.200 meter pada 29 Juni 2025.

Sebagai langkah mitigasi, sensor sirine dan sensor banjir telah dipasang di sejumlah titik strategis sekitar Gunung Ibu. Simulasi peringatan dini juga telah diuji untuk memastikan kesiapan warga dalam menghadapi potensi letusan.

Letjen TNI Dr. Suharyanto mengumumkan total bantuan hibah rehabilitasi dan rekonstruksi (RR) pascabencana untuk Maluku Utara mencapai lebih dari Rp 133 miliar sejak 2019, termasuk pengamanan pantai dan sungai di Pulau Morotai, Sula, dan Halmahera Timur.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved