Sabtu, 9 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemkot Tidore

Profesor Arkeologi Universitas Flinders Australia Bersua Wakil Wali Kota Tidore, Ini yang Dibahas

Kunjungan Professor bidang arkeologi, Universitas Flinders Australia Martin Polkinghorne ke Tidore dalam rangka meminta dukungan kegiatan lokakarya

Tayang:
Penulis: Faisal Amin | Editor: Munawir Taoeda
Istimewah
KUNJUNGAN: Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara Ahmad Laiman dengan Profesor Arkeologi Universitas Flinders Australia Martin Polkinghorne, Senin (7/7/2025) 

TRIBUNTERNATE.COM, TIDORE - Professor bidang arkeologi, Universitas Flinders Australia Martin Polkinghorne bersama Ahli Arkeologi Bawah Air Kementerian Kelautan dan Perikanan Nia Naelul Hasanah Ridwan mengunjungi Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara.

Kunjungan tersebut disambut oleh Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman di ruang kerjanya pada Senin (7/7/2025).

Kunjungan tersebut dalam rangka meminta dukungan kegiatan lokakarya, yang merupakan bagian dari kegiatan lapangan Flinders University didukung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Kementerian Kebudayaan.

"Pada prinsipnya kami (pemerintah daerah) sangat mendukung terkait dengan kegiatan lokakarya ini, karena Kota Tidore sangat dikenal sebagai Kota Rempah, "tutur Ahmad Laiman.

Baca juga: Pemprov Maluku Utara Luncurkan Aplikasi e-LOKET, Begini Fungsinya

Lanjutnya, pertemuan ini merupakan kesempatan berharga bagi Kota Tidore. Karena itu ia berharap lokakarya ini merupakan momen penting, agar dapat mengangkat nilai dan kearifan yangvdiwariskan oleh leluhur.

KUNJUNGAN: Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara Ahmad Laiman dengan Profesor Arkeologi Universitas Flinders Australia Martin Polkinghorne, Senin (7/7/2025)
KUNJUNGAN: Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara Ahmad Laiman dengan Profesor Arkeologi Universitas Flinders Australia Martin Polkinghorne, Senin (7/7/2025) (Istimewah)

Sementara itu Prof Martin Polkinghorne mengatakan Lokakarya ini bertujuan untuk menggali dan menyampaikan informasi kepada seluruh pihak terkait di Kota Tidore Kepulauan tentang warisan budaya bawah air.

Serta bersinergi dalam melakukan penilaian kembali, bahwa pentingnya warisan budaya situs kapal karam bersejarah di perairan Tidore yang telah diangkat secara komersial dan pernah dijarah.

Prof.  Martin berharap lanskap budaya bawah laut menjadi sumber pengetahuan dan kebanggaan bagi masyarakat Tidore serta dapat menjadi sumber penghidupan dan pertumbuhan ekonomi di masa depan.

Baca juga: Daftar Harga Hasil Bumi, Bapok dan Sembako di Ternate Senin 7 Juli 2025

Ada beberapa kegiatan yang akan di gelar diantaranya Lokakarya bersama masyarakat lokal, pemangku kepentingan, dan institusi pemerintah, Pelatihan dan peningkatan kapasitas terkait penanganan artefak.

Dan pengelolaan situs warisan bawah air, Observasi arkeologis dan Pelaksanaan penenggelaman kembali sejumlah artefak bawah air yang diangkat pada tahun 1990-an. Dari Situs Tongowai ke lokasi asalnya di perairan Tidore.

Kegiatan ini kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved