Minggu, 12 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemprov Malut

Dorong Kemajuan Petani, Dinas Pertanian Maluku Utara Siapkan Bantuan

Plt Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara, Anwar Husen, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong kemajuan petani di daerah

Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
TribunTernate.com/Sansul Sardi
PROGRAM - Plt Kepala Dinas Pertanian Maluku Utara, Anwar Husen, saat diwawancarai Tribunternate.com terkait petani, Kamis (10/7/2025). 

TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI — Plt Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara, Anwar Husen, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong kemajuan petani di daerah.

Menurutnya, salah satu kunci keberhasilan usaha tani adalah kepastian pasar. Tanpa pasar yang jelas, kata dia, petani akan kesulitan menjual hasil panen dan akhirnya enggan berproduksi.

“Masalah utama petani kita sebenarnya sangat sederhana: pasar. Ketika pasar tersedia, petani akan termotivasi untuk berproduksi. Tugas kami di dinas adalah memastikan rantai ini berjalan, mulai dari pembiayaan, pendampingan, hingga akses ke pasar,” ujarnya, Kamis (10/7/2025) di Sofifi.

Baca juga: Kapan Musim Kemarau Terjadi di Maluku Utara ? Simak Penjelasan BMKG Ternate

Anwar menjelaskan, pihaknya siap berkoordinasi dengan kabupaten/kota untuk mengatasi keterbatasan anggaran, dengan memprioritaskan wilayah sentra pertanian seperti Halmahera Utara, Halmahera Barat, Halmahera Timur, dan Kota Tidore.

“Kita fokus pada petani yang serius dan benar-benar mau berusaha. Banyak yang mengajukan bantuan, tapi tidak memiliki rencana tanam. Kalau tidak ada rencana, bagaimana mau dibantu?,” tegasnya.

Ia menyampaikan, pengalaman sukses di Pulau Morotai, saat dirinya menginisiasi kerjasama dengan petani dari Jawa untuk membudidayakan cabai. Hasilnya, para petani lokal ikut termotivasi dan belajar dari praktik langsung di lapangan.

Anwar menyoroti peluang besar di sektor hortikultura, terutama cabai, yang saat ini harganya mencapai Rp 120 ribu per kilogram lebih mahal dari harga cengkeh dan pala.

“Kalau harga cabai segitu, kenapa kita tidak manfaatkan peluang ini ?. Kita harus meyakinkan petani bahwa bertani itu menguntungkan, tidak hina, dan bukan pekerjaan orang tertinggal,” kata Anwar.

Dalam upaya mempercepat kemajuan pertanian, Dinas Pertanian Malut akan menghadirkan dukungan menyeluruh. Mulai dari penyediaan bibit berkualitas, teknologi pendampingan, hingga sarana air seperti sumur dalam dan dangkal.

“Petani tidak bisa berusaha tanpa air. Pemerintah wajib hadir lewat DAK, APBD, dan sumber lainnya. Kita sedang memesan alat berat dan irigasi teknis untuk mendukung ini,” paparnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan petani akan tercipta jika pemerintah dan masyarakat bekerjasama.

Baca juga: Kabupaten/Kota Ini Jadi Program Prioritas Gubernur Maluku Utara Sherly Laos di Sektor Pertanian

“Kami sedang menyusun program, dan kabupaten/kota tinggal mengajukan usulan. Tapi tolong, usulannya jangan kolutif. Harus benar-benar berasal dari petani yang mau bekerja,” pesan Anwar.

Tahun ini, Dinas Pertanian Maluku Utara memfokuskan program pertanian ke daerah-daerah yang memiliki kesiapan tinggi dan potensi besar. Namun bukan berarti kabupaten lain seperti Sula dan Taliabu akan diabaikan. Seluruh program akan disesuaikan dengan usulan daerah dan kesiapan petani.

“Intinya, kami ingin mendorong petani Maluku Utara untuk maju. Dengan cara yang benar teknologi, pendampingan, bibit unggul, dan contoh yang berhasil. Petani harus jadi pahlawan pangan, bukan jadi beban,” tandas Anwar. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved