Pemprov Malut
Potensi Besar, Pemprov Malut Dorong Perikanan dan Budidaya di Halmahera Selatan
Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Kelautan dan Perikanan fokus mengembangkan potensi perikanan di Halmahera Selatan
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- DKP Malut fokus mengembangkan potensi perikanan di Halmahera Selatan yang dinilai memiliki sumber daya laut melimpah dan jumlah nelayan yang besar.
- Program prioritas meliputi penyediaan sarana tangkap, penguatan budidaya, serta pembangunan cold storage untuk menjaga kualitas hasil tangkap dan meningkatkan nilai jual ikan.
- Pemprov juga mendorong akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi nelayan serta memperluas budidaya rumput laut di Obi dan Joronga guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Maluku Utara fokus menggenjot potensi perikanan di wilayah Halmahera Selatan.
Halmahera Selatan dinilai memiliki potensi kekayaan laut cukup besar. Selain itu, jumlah nelayannya juga tergolong banyak.
"Kita fokus sediakan sarana tangkap, dan meningkatkan budiaya," ujar Kepala DKP Maluku Utara, Fauzi Momole usai menghadiri kegiatan Simposium Perikanan dan Kelautan Halmahera Selatan di Aula Kantor Bupati, Jumat (10/4/2026).
Baca juga: Nazla Kasuba Dorong Pulau Widi Halsel Dikembangkan Jadi Wisata Berbasis Ekologi
Dalam mengembangkan perikanan di Halmahera Selatan, tantangan yang dihadapi adalah distribusi hasil tangkap nelayan. Paslanya, daerah berjuluk 'Bumi Saruma' ini berbasis kepulauan.
Meski begitu, pihaknya akan terus berupaya mengatasi. Fauzi mengatakan, pembangunan cold storage di Halmahera Selatan juga menjadi salah satu prioritas utama Pemprov Maluku Utara.
Fasilitas ini dianggap cukup penting untuk menjaga kualitas hasil tangkap nelayan agar nilai jual di pasaran juga tidak terganggu.
“Pembangunan pabrik es ini memang menjadi kewenangan pemerintah provinsi, namun kolaborasi dengan pemerintah daerah Halmahera Selatan tetap diperlukan demi kepentingan masyarakat,” imbuhnya.
Selain itu, Pemprov Maluku Utara juga terus melanjutkan program budidaya rumput laut yang telah berjalan sejak tahun sebelumnya. Tahun ini, program tersebut akan ditingkatkan baik dari sisi kapasitas maupun dukungan sarana.
Fauzi mengungkapkan, lokasi pengembangan rumput laut meliputi Pulau Obi dan Kepuluan Joronga. Bantuan yang diberikan berupa bibit unggul, peralatan budidaya, serta sarana dan prasarana pendukung lainnya.
“Tahun ini kita tingkatkan kapasitasnya, baik dari sisi bibit maupun peralatan budidaya. Jadi memang Halmahera Selatan tahun ini cukup banyak juga program yang masuk," ungkapnya.
Baca juga: Mulai Pekan Depan, Pemkab Taliabu Terapkan WFH-WFO Setiap Jumat
Lebih lanjut, Fauzi menjelaskan bahwa konsep bantuan sarana tangkap bagi nelayan, tahun ini diubah. Pemprov Maluku Utara telah berkolaborasi dengan lembaga-lembaga keuangan untuk mengakses kredit KUR.
Ia juga menyatakan jumlah nelayan di Halmahera Selatan cukup banyak sehingga akan difasilitasi untuk mendapat KUR dari bank-bank Himbara.
"Selama nelayan-nelayan tidak bermasalah, kita fasilitasi untuk dapat KUR. Jadi kita berharap semua bisa mengakses KUR karena ini program prioritas Ibu Gubernur," tandasnya. (*)
| Langkah Strategis Gubernur Maluku Utara Sherly Laos dalam Penanganan Dampak Konflik dan Bencana |
|
|---|
| Survei Anak Muda 2026: Gubernur Malut Sherly Laos Paling Relevan, Ungguli Pramono dan Dedi |
|
|---|
| Maluku Utara Jadi Lokus Policy Sandbox Penguatan Pers dan Media BEJO’S |
|
|---|
| Sekda Malut: PKA Harus Hasilkan Dampak Nyata, Bukan Sekadar Dokumen |
|
|---|
| Pemprov Maluku Utara Percepat Digitalisasi Keuangan, KKPD Jadi Andalan Tingkatkan Transparansi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/fauzi-dkp.jpg)