Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

RSUD Chasan Boesoirie

Tingkatkan Kebersihan, Lantai IGD RSUD Chasan Boesoirie Maluku Utara Dipasangi Vinil Antibakteri

IGD RSUD Chasan Boesoirie Maluku Utara tengah menjalani proses perbaikan lantai dengan pemasangan vinil antibakteri

Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
TribunTernate.com/Sansul Sardi
PERBAIKAN - Direktur RSUD Chasan Boesoria Ternate, dr. Alwia Assagaf saat melakukan pengecekan di ruang IGD RSUD Chasan Boesoria Ternate, Selasa (15/7/2025). 

TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI— Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Chasan Boesoirie Maluku Utara tengah menjalani proses perbaikan lantai dengan pemasangan vinil antibakteri.

Direktur RSUD Chasan Boesoirie Maluku Utara, dr. Alwia Assagaf, menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan guna meningkatkan standar kebersihan dan keamanan ruang IGD, yang sudah berusia lebih dari satu dekade.

"IGD ini dibangun sejak tahun 2009, dan tentu ada beberapa bagian yang sudah rusak, terutama pada ubin yang mulai pecah dan berlubang. Retakan ini berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya kuman, karena bisa menyimpan air maupun cairan tubuh," ujar Alwia kepada Tribuntermate.com, Selasa (15/7/2025).

Baca juga: Penyebab Benoit Badiashile Semakin Betah di Chelsea padahal Selalu Dihujat

Merujuk pada Permenkes Nomor 40 Tahun 2022, penggunaan vinil di ruang IGD diperbolehkan sepanjang memenuhi standar kebersihan dan tidak memiliki potensi menyimpan cairan. Dengan kondisi ubin IGD saat ini yang sudah tidak layak, pihaknya memutuskan mengganti lantai dengan vinil antibakteri.

Ia mengatakan, proyek ini menggunakan anggaran dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) melalui mekanisme e-katalog. Proses pembongkaran lantai dimulai pada Senin 14 Juli 2025, setelah bahan vinil tiba sehari sebelumnya.

"Prosesnya dilakukan bertahap karena IGD hanya satu. Kami mulai dari sisi barat dulu, setelah itu baru lanjut ke sisi timur. Ini agar pelayanan pasien tetap bisa berjalan," jelasnya.

Alwia menambahkan, pemasangan vinil memerlukan proses yang cermat. Setelah permukaan dibersihkan dan dilapisi lem khusus, dibutuhkan waktu untuk menunggu lem mengering sempurna sebelum pemasangan dilakukan. Tingginya kelembaban udara di Maluku Utara membuat proses ini memerlukan ketelitian ekstra.

Baca juga: Rakor Bersama Wamen Transmigrasi Viva Yoga, Pemprov Malut Usulkan 5 Kawasan Pembangunan Terpadu

"Target kami satu minggu untuk seluruh proses pemasangan, mulai dari pembersihan, pelapisan lem, hingga vinil terpasang sempurna di seluruh ruang IGD," katanya.

Keterlambatan proyek sebelumnya, lanjut Alwia, disebabkan proses pengiriman bahan yang memakan waktu hingga satu bulan. Namun, kini seluruh material sudah tersedia dan proses pengerjaan berjalan sesuai rencana.

Pemasangan vinil antibakteri ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan kebersihan ruangan, serta memenuhi standar pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi pasien di RSUD Chasan Boesoirie Maluku Utara. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved