Lipsus Mobil Listrik
Baru 10 Unit, Mobil Listrik Belum Jadi Pilihan Warga Maluku Utara
Suara mesin yang nyaris tak terdengar, bentuknya yang futuristik, dan janji sebagai kendaraan ramah lingkungan membuatnya semakin diminati masyarakat
Penulis: Randi Basri | Editor: Sitti Muthmainnah
“Kami siap bantu dari sisi infrastruktur. Pemerintah juga sudah memberi insentif berupa pengurangan pajak untuk kendaraan listrik. Harapannya ke depan masyarakat mulai beralih,” jelas Maman.
Meski perlahan infrastruktur mulai dibangun dan regulasi diperkuat, tantangan adopsi kendaraan listrik di Maluku Utara masih cukup besar.
Baca juga: 70 Paskibraka Taliabu Dikembalikan ke Sekolah, Dapat Uang Saku Rp3 Juta
Dari aspek edukasi, kepercayaan terhadap teknologi, hingga kesiapan infrastruktur pendukung seperti bengkel khusus dan ketersediaan suku cadang, semua masih butuh waktu.
Namun, bagi sebagian kecil warga yang sudah mencoba kendaraan listrik, alasan mereka sederhana: hemat biaya operasional dan lebih ramah lingkungan.
Langkah kecil memang, tapi bisa jadi awal perubahan besar. (*)
| Daftar Lengkap Kendaraan Listrik Roda Dua dan Empat di Maluku Utara Sepanjang 2025 |
|
|---|
| Pengguna di Maluku Utara Bagikan Pengalaman Pakai Mobil Listrik: Efisien dan Ramah Lingkungan |
|
|---|
| Mobil Listrik Belum Maksimal Digunakan di Maluku Utara, Ini Penyebabnya |
|
|---|
| Minim Pemahaman Jadi Kendala, Penjualan Mobil Listrik di Maluku Utara Masih Rendah |
|
|---|
| 7 Tahun Dipasarkan, Baru 4 Unit Mobil Listrik Terjual di Maluku Utara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/lipsus-mobil-listrik.jpg)