Jumat, 24 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Kemenkum Malut

'Huhate' Alat Tangkap Ikan di Malut, Jadi Pengetahuan Tradisional Dilindungi

"Huhate sebagai pengetahuan tradisional telah tercatat dan dilindungi, "kata Kakanwil Kemenkum Malut Budi Argap Situngkir

Editor: Munawir Taoeda
Dok Kemenkum Malut
'Huhate' alat tangkap ikan nelayan tradisional di Malut, 

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Huhate adalah alat tangkap tradisional masyarakat Maluku Utara (Malut) menggunakan bambu dan tali untuk menangkap ikan di laut yang ramah lingkungan. 

Penggunaan huhate memakai umpan ikan-ikan kecil hidup yang disebarkan di pinggiran kapal. 

Pemanfaatan huhate oleh nelayan Malut telah teruji dengan menghasilkan tangkapan dengan jumlah yang banyak.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum (Kemenkum) Malut, Budi Argap Situngkir menyampaikan bahwa huhate sesuai data Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkum, bahwa huhate telah tercatat sebagai kekayaan intelektual komunal (KIK) kategori pengetahuan tradisional.

Baca juga: STAC Lakukan Touring Perdana Tiga Pulau: Sula, Mangoli, hingga Taliabu

"Huhate sebagai pengetahuan tradisional telah tercatat dan dilindungi. Tujuannya untuk mencegah eksploitasi oleh pihak luar, menjaga identitas budaya, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sebagai pemiliknya, "kata Argap Situngkir dalam keterangannya, Kamis (4/9/2025).

Baca juga: 5 Shio Paling Beruntung Besok Minggu 7 September 2025, Kelinci Disayangi, Kambing Hoki Asmara

Argap Situngkir menambahkan bahwa pengetahuan tradisional adalah karya intelektual di bidang pengetahuan dan teknologi yang mengandung unsur karakteristik warisan tradisional yang dihasilkan, dikembangkan, dan dipelihara oleh komunitas atau masyarakat tertentu.

Ia mengajak sinergi pemerintah daerah, komunitas masyarakat, kampus, dan seluruh pihak di Malut untuk bersama-sama mencatatkan potensi kekayaan intelektual komunal seperti pengetahuan tradisional, ekspresi budaya, potensi indikasi geografis, indikasi asal, dan lainnya agar terlindungi secara hukum dari klaim daerah lain. 

Huhate sebagai pengetahuan tradisional masyarakat Malut diharapkan dapat terus dilestarikan dan menjadi alat mancing tradisional ramah lingkungan yang mendukung peningkatan kesejahteraan bagi para nelayan, pedagang, dan masyarakat Malut. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved