Rabu, 29 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Rokok Ilegal di Halut

Rokok Ilegal Marak Beredar di Malut Diduga Masuk via Pelabuhan Tobelo, APH Diminta Bertindak

Kebocoran pendapatan negara akibat peredaran rokok ilegal di wilayah Maluku Utara kini berada pada titik yang mengkhawatirkan

Kolase Tribunternate.com/Randi Basri
PEREDARAN ROKOK ILEGAL: Ilustrasi rokok ilegal. 

TRIBUNTERNATE.COMKebocoran pendapatan negara akibat peredaran rokok ilegal di wilayah Maluku Utara kini berada pada titik yang mengkhawatirkan.

Berdasarkan hasil investigasi terhadap jalur distribusi logistik mengungkapkan bahwa Pelabuhan Tobelo diduga kuat menjadi "pintu masuk" utama bagi ribuan karton rokok tanpa memakai pita cukai.

Praktik ini tidak hanya merusak peta persaingan usaha yang sehat, tetapi juga secara langsung merampok potensi penerimaan kas negara dari sektor Cukai Hasil Tembakau (CHT) dalam skala masif.

Baca juga: 12 Ramalan Shio Hari Ini Minggu 21 Desember 2025: Cinta, Karier, Nomor Hoki Lengkap

Berdasarkan data teknis peredaran rokok ilegal yang berhasil dihimpun, potensi kerugian negara dapat dikalkulasikan secara matematis melalui struktur tarif cukai yang berlaku.

Jika satu kontainer ukuran 20 kaki memuat 284 karton dengan isi 800 bungkus per karton, maka total muatan mencapai 227.200 bungkus rokok.

Berikut rincian potensi kehilangan pendapatan negara per satu kontainer:

Pita Cukai SKM (20 Batang) senilai Rp29.700/bungkus: Potensi kerugian mencapai Rp6.747.840.000 (Rp6,7 Miliar) per kontainer.

Pita Cukai SKM (10 Batang) senilai Rp14.850/bungkus: Kerugian mencapai Rp3.373.920.000 (Rp3,3 Miliar) per kontainer.

Pita Cukai SKT (12 Batang) senilai Rp10.325/bungkus: Kerugian mencapai Rp2.345.840.000 (Rp2,3 Miliar) per kontainer.

Angka ini merupakan perhitungan untuk satu kontainer saja. Mengingat peredaran mencakup daerah penjualan Halmahera secara keseluruhan, akumulasi kerugian dipastikan menembus angka yang sangat fantastis.

Menanggapi ini, tokoh dan aktivis organisasi pemuda di Halmahera, Wempy Habari menilai masifnya peredaran merek-merek seperti Rastel, Omni, Martil, Drone, BSJ, Lato-lato, Sniper, Boston, Hummer, Manchester, Anker, Roadrace, hingga Smith adalah bukti lemahnya lini pengawasan.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Maluku Utara, Minggu 21 Desember 2025: Tobelo Potensi Hujan Ringan-Lebat

"Masuknya barang dalam volume kontainer lewat pelabuhan resmi seperti Tobelo menunjukkan adanya lubang besar dalam sistem pengawasan kita. Ini bukan lagi sekadar pedagang kecil yang mencoba peruntungan, tapi sudah mengarah pada sindikasi yang rapi."

"Jika aparat tidak segera memutus jalur logistiknya, negara bukan hanya rugi secara finansial, tapi wibawa hukum kita sedang dipertaruhkan di depan mafia rokok ini," kata pimpin Aliansi Peduli Rakyat ini.

Ia menambahkan, aliran rokok ilegal tidak dibendung, dampaknya akan merembet pada dana bagi hasil cukai yang seharusnya diterima daerah untuk pembangunan infrastruktur dan layanan kesehatan di Maluku Utara.(*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved