Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Menyapa Nusantara 2025

Ketika Darat dan Laut Bertaut

Penyusunan peta jalan industri agromaritim 2025–2029 Pemerintah NTB menandai upaya serius untuk menata ulang arah pembangunan berbasis potensi lokal

Editor: Munawir Taoeda
Dok ANTARA/Ahmad Subaidi/nz
CAPAIAN: Nelayan menggunakan perahu melintas dekat bagan ikan di Desa Labuan Tereng, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, NTB, Kamis (6/2/2025). Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, kontribusi subsektor perikanan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi NTB meningkat dari Rp6,3 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp7,7 triliun pada tahun 2023 produksi perikanan pada 2023 mencapai 1,227 juta ton dengan dominasi perikanan budidaya sebesar 973.529,10 ton (79,29 persen) dan sisanya merupakan perikanan tangkap sebesar 254.232,78 ton (20,56 persen) 

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Agromaritim kembali menemukan momentumnya di Nusa Tenggara Barat (NTB). Istilah ini bukan sekadar penggabungan sektor pertanian dan kelautan, melainkan sebuah cara pandang pembangunan yang menempatkan darat dan laut sebagai satu kesatuan ekosistem ekonomi.

Dalam konteks wilayah kepulauan dengan garis pantai panjang dan bentang alam yang beragam, agromaritim menjadi pendekatan yang relevan untuk menjawab persoalan ketimpangan, kemiskinan struktural, dan ketergantungan ekonomi pada sektor-sektor yang rentan terhadap fluktuasi global.

Selama bertahun-tahun, pembangunan ekonomi daerah kerap berjalan terpisah antara daratan dan lautan. Pertanian dipandang sebagai urusan desa, sementara kelautan identik dengan wilayah pesisir.

Padahal, keduanya saling terhubung dalam rantai produksi, distribusi, dan konsumsi. Agromaritim hadir untuk menjembatani sekat itu, dengan menempatkan pangan, hasil laut, dan industri pengolahannya dalam satu sistem yang terintegrasi.

Penyusunan peta jalan industri agromaritim 2025–2029 oleh Pemerintah Provinsi NTB menandai upaya serius untuk menata ulang arah pembangunan berbasis potensi lokal.

Sebanyak 38 komoditas unggulan telah dipilah sebagai prioritas pengembangan, mencakup pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan tangkap, budi daya laut, hingga produk turunan berbasis industri halal.

Langkah ini penting karena selama ini kekayaan sumber daya alam daerah sering berhenti pada tahap produksi primer, dengan nilai tambah yang dinikmati di luar wilayah.

Agromaritim menjadi penting karena menyentuh persoalan paling mendasar dalam pembangunan daerah. Ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan ekonomi non-tambang bertemu dalam satu simpul kebijakan.

Ketika hasil pertanian dan laut hanya dijual dalam bentuk mentah, daerah kehilangan peluang untuk tumbuh lebih cepat. Sebaliknya, ketika rantai nilai diperpanjang melalui industri pengolahan, logistik, dan pasar, manfaat ekonomi dapat menyebar lebih luas dan berkelanjutan.

Potensi besar

Secara geografis dan ekologis, NTB memiliki modal agromaritim yang kuat. Wilayah lautnya kaya ikan, rumput laut, udang, dan berbagai komoditas bernilai ekonomi tinggi. Daratannya menghasilkan padi, jagung, kopi, kelapa, porang, rempah-rempah, hingga tanaman obat yang memiliki prospek pasar luas.

Berbagai program pemerintah menunjukkan sektor ini berpotensi menjadi tulang punggung ekonomi daerah jika dikelola secara terintegrasi dari hulu, hingga hilir.

Namun, besarnya potensi tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kesejahteraan pelaku utama. Petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil masih berada pada posisi paling rentan dalam rantai pasok.

Fluktuasi harga, keterbatasan teknologi pascapanen, akses pembiayaan yang sempit, serta lemahnya konektivitas pasar membuat nilai tambah lebih banyak dinikmati oleh pihak di luar daerah.

Peta jalan industri agromaritim berupaya menjawab persoalan ini melalui pendekatan ekosistem. Penguatan sektor hulu dilakukan bersamaan dengan pengembangan sentra industri di 10 kabupaten dan kota.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved