Menyapa Nusantara 2025
Ketika Darat dan Laut Bertaut
Penyusunan peta jalan industri agromaritim 2025–2029 Pemerintah NTB menandai upaya serius untuk menata ulang arah pembangunan berbasis potensi lokal
Keberhasilannya tidak diukur dari jumlah dokumen atau proyek yang diluncurkan, melainkan dari sejauh mana nilai tambah dinikmati masyarakat dan lingkungan tetap terjaga.
Peta jalan industri agromaritim memberi arah, tetapi konsistensi kebijakan akan menentukan hasil akhirnya.
Sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah, kepastian regulasi, penguatan kelembagaan, serta keberpihakan pada pelaku kecil harus dijaga dalam jangka panjang.
Agromaritim membutuhkan kesabaran, karena dampaknya tidak selalu instan, tetapi bersifat akumulatif.
Di tengah tantangan global dan perubahan iklim, agromaritim menawarkan fondasi ekonomi yang lebih tangguh.
Ia mendidik masyarakat tentang pentingnya kedaulatan pangan, memberdayakan pelaku lokal melalui penciptaan nilai tambah, mencerahkan arah pembangunan non-tambang, dan menegaskan peran daerah dalam memperkuat ketahanan nasional.
NTB memiliki darat dan laut yang saling menyapa. Tantangannya kini adalah memastikan keduanya tumbuh dalam satu irama pembangunan yang adil, lestari, dan berkelanjutan, agar agromaritim benar-benar menjadi jalan menuju kesejahteraan bersama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*)
(ANTARA/Abdul Hakim/22 Desember 2025)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Kontribusi-subsektor-perikanan-terhadap-PDRB-Provinsi-NTB-meningkat.jpg)