Selasa, 21 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Menyapa Nusantara 2026

Kartini Probolinggo Cetak Generasi Cerdas Setara Lewat Sekolah Rakyat

Kehadiran Susilowati di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 Probolinggo memberikan semangat bagi para siswa yang berasal dari keluarga prasejahtera

Editor: Munawir Taoeda
Dok ANTARA
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 Kota Probolinggo, Susilowati, saat ditemui di SRT 7 Kota Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (16/4/2026). ANTARA/Anita Permata Dewi 

Oleh karena itu, ia menjalin kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk memfasilitasi anak yang ingin bekerja usai lulus dari Sekolah Rakyat nanti.

"Oleh karenanya kami fokus pada bakat anak-anak. Kami juga sudah ke BLK. Manakala anak kami nanti ada yang mau tertarik dengan otomotif dan sebagainya, akan kami titipkan di sana," tuturnya.

Sekolah juga mengadakan pelatihan pembuatan kopi dan tote bag digital printing untuk memfasilitasi anak-anak yang memiliki minat kewirausahaan.

Selain itu, sisi religius menjadi pilar utama dalam keseharian di asrama.

Hal itu menjawab keraguan para orang tua siswa perihal pendidikan agama.

Setiap pagi, sebelum matahari terbit, para siswa harus bangun untuk melaksanakan salat subuh berjamaah dan mengaji.

Tiga guru ngaji disiapkan untuk membimbing siswa secara intensif agar mereka tetap bisa mendalami agama tanpa harus kehilangan waktu belajar umum.

"Jadi kecerdasan intelektual dan spiritualnya biar berjalan beriring," kata Susilowati.

Kisah kepala sekolah perempuan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 7 Kota Probolinggo tersebut adalah cermin nyata dari semangat Kartini di masa kini.

Seperti halnya Kartini yang mendambakan pendidikan bagi kaumnya, sosok Susilowati telah membuktikan bahwa perempuan masa kini bukan hanya mampu mengenyam pendidikan tinggi, tetapi juga mampu menjadi pemimpin yang membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan.

Dedikasinya yang tanpa batas, keberaniannya mengambil tanggung jawab besar sebagai manajer institusi, serta ketulusannya dalam merawat keseimbangan otak dan hati para muridnya, adalah bentuk emansipasi yang paling hakiki.

Ia adalah Kartini modern yang tidak lagi berjuang melalui surat-surat, melainkan melalui sentuhan langsung dalam ikhtiar mencetak generasi emas yang cerdas, tangguh, dan setara bagi masa depan bangsa Indonesia.

Selamat Hari Kartini untuk semua perempuan tangguh Indonesia. Teruslah bersinar dan jadilah agen perubahan bagi dunia. (*)

(ANTARA/Anita Permata Dewi/21 April 2026)

Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved