Senin, 27 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Menyapa Nusantara 2026

Maruarar Tekankan Pemberdayaan UMKM di Lokasi Penataan Kawasan Kumuh

Sebanyak 35 pelaku UMKM mendapatkan pembinaan langsung dari para profesional perbankan yang membantu meningkatkan kapasitas usaha

Editor: Munawir Taoeda
Dok ANTARA
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) meninjau progres renovasi rumah dan revitalisasi kawasan kumuh di Menteng Tenggulun, Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026). ANTARA/Harianto 

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara) menekankan pentingnya pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di lokasi penataan kawasan kumuh di Menteng Tenggulun, Jakarta Selatan melalui kolaborasi lintas pihak.

Maruarar Sirait menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi masyarakat seiring penataan kawasan kumuh, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan warga penerima manfaat yang ada di wilayah tersebut.

"Apa yang dibina? Bagaimana mempersiapkan laporan keuangan, bagaimana mempersiapkan tabungan."

"Ya, ujungnya kalau bisa dia jadi bankable, "kata Menteri PKP ditemui saat meninjau progres renovasi rumah dan revitalisasi kawasan kumuh di Menteng Tenggulun, Jakarta Selatan, Jumat.

Baca juga: 52 Putra Daerah Ikuti Seleksi Akpol di Polda Maluku Utara, 38 Lolos CAT

Ia menggandeng berbagai pihak, termasuk lembaga keuangan, yakni PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan sejumlah perbankan nasional untuk memberikan pendampingan kepada pelaku usaha mikro kecil agar mampu berkembang dan memiliki akses terhadap layanan keuangan formal.

Dia menyebut sebanyak 35 pelaku UMKM mendapatkan pembinaan langsung dari para profesional perbankan yang membantu meningkatkan kapasitas usaha, termasuk dalam pengelolaan keuangan dan penyusunan laporan yang lebih tertib.

"Saya berulang kali mengatakan kepada pegawai kami, dan (orang) luar. Orang suka tanya, kenapa sih kok Menteri Perumahan ngurusin (UMKM), ngajak PNM, ngajak banker, ini ada 10 bank membina 35 UMKM (di kawasan Menteng Tenggulun)," kata Menteri PKP.

Pendampingan tersebut bertujuan agar pelaku usaha menjadi bankable, sehingga memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pembiayaan dan memperluas skala usahanya secara berkelanjutan.

Menteri PKP menilai pemberdayaan sumber daya manusia merupakan aspek paling penting dalam penataan kawasan, karena keberhasilan pembangunan fisik harus diiringi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

Selain sektor ekonomi, Kementerian PKP juga melibatkan 50 arsitek dari Ikatan Arsitek Jakarta untuk memberikan kontribusi dalam mendesain hunian warga yang direnovasi agar lebih layak huni.

Seluruh pihak yang terlibat bekerja secara sukarela dalam semangat kolaborasi, menunjukkan bahwa sinergi lintas sektor dapat menjadi solusi efektif dalam mempercepat penataan kawasan permukiman.

Dia menyebut kolaborasi tersebut menjadi kekuatan utama dalam menciptakan perubahan nyata, sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk berkembang secara ekonomi dan sosial secara berkelanjutan.

Baca juga: 4 Korban Laporkan Begal Payudara di Ternate, Polisi Buru Pelaku

Ke depan, model pemberdayaan berbasis kolaborasi ini diharapkan dapat diterapkan di berbagai daerah lain sebagai bagian dari strategi nasional dalam mengurangi kawasan kumuh sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah melakukan renovasi terhadap 152 unit rumah tak layak huni di kawasan Menteng Tenggulun, Jakarta Selatan. Renovasi itu ditargetkan rampung pada 15 Juni 2026 melalui kolaborasi gotong-royong berbagai pihak.

"Target selesai renovasi rumah tak layak huni di Menteng Tenggulun ini ditargetkan 15 Juni 2026, "kata Menteri PKP. (*)

(ANTARA/Muhammad Harianto/24 April 2026)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved