Sabtu, 11 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Puasa Syawal 6 Hari: Jadwal, Niat, dan Hukum Lengkap Menurut Ulama

Puasa Syawal dilakukan selama enam hari setelah Idul Fitri dan memiliki keutamaan pahala setara puasa setahun penuh.

TribunTernate.com/ Freepik
NIAT PUASA SYAWAL - Ilustrasi puasa. Pelaksanaannya tidak harus berturut-turut dan dapat disesuaikan, seperti digabung dengan puasa Senin-Kamis atau Ayyamul Bidh. 

TRIBUNTERNATE.COM - Setelah merayakan Hari Raya Idul Fitri, umat Islam dianjurkan untuk melanjutkan ibadah dengan menjalankan puasa sunnah di bulan Syawal. Salah satu amalan yang memiliki keutamaan besar adalah puasa enam hari di bulan tersebut.

Puasa Syawal dilakukan selama enam hari setelah Idul Fitri. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW bahwa orang yang berpuasa Ramadan kemudian melanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal akan memperoleh pahala seperti berpuasa selama satu tahun penuh.

“Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun.” (HR Muslim).

Baca juga: BMKG: Gelombang Tinggi 2,5 Meter Ancam Perairan Ternate hingga Morotai 24–27 Maret 2026

Secara umum, puasa Syawal dapat mulai dilaksanakan sejak tanggal 2 Syawal. Banyak umat Islam yang mengerjakannya secara berturut-turut, namun para ulama menjelaskan bahwa puasa ini juga boleh dilakukan secara terpisah selama masih dalam bulan Syawal.

Pendapat tersebut salah satunya disampaikan oleh Syekh Ibnu Hajar al-Haitami dalam kitab Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj, yang membolehkan pelaksanaan puasa Syawal tidak berurutan sesuai kemampuan.

Dengan demikian, puasa ini bisa digabung dengan puasa Senin-Kamis atau puasa Ayyamul Bidh pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah.

Dari sisi hukum, mayoritas ulama menyatakan puasa Syawal merupakan sunnah muakkadah, yakni sangat dianjurkan meskipun tidak wajib.

Adapun tata cara pelaksanaannya sama seperti puasa pada umumnya, yaitu menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Berikut niat puasa Syawal yang dapat dibaca :

Niat malam hari:

Nawaitu shauma ghadin an ada i sunnatis Syawwali lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah ta’ala.”

Jika lupa berniat pada malam hari, niat juga boleh dilakukan pada siang hari selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Malut: Dini Hari Berpotensi Hujan, Angin Kencang Landa Obi hingga Taliabu

Niat siang hari:

Nawaitu shauma hadzal yaumi an ada i sunnatisy Syawwali lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah ta’ala.”

Dengan keutamaan yang besar serta pelaksanaan yang fleksibel, puasa Syawal menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan untuk menyempurnakan ibadah setelah Ramadan. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved