Jumat, 8 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Gunung Dukono Erupsi

BNPB: 5 Pendaki Luka-Luka Akibat Erupsi Gunung Dukono Halmahera Utara

Erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat (8/5/2026), menyebabkan sedikitnya lima pendaki mengalami luka-luka

Tayang: | Diperbarui:
BNPB
ERUPSI - Erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat (8/5/2026), menyebabkan sedikitnya lima pendaki mengalami luka-luka. Tim gabungan BPBD dan Basarnas saat ini masih melakukan penyisiran serta evakuasi di kawasan gunung. 

Ringkasan Berita:
  1. Erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat (8/5/2026), menyebabkan sedikitnya lima pendaki mengalami luka-luka.
  2. Tim gabungan BPBD dan Basarnas saat ini masih melakukan penyisiran serta evakuasi di kawasan gunung.
  3. BNPB melaporkan Gunung Dukono yang berstatus Level II atau Waspada mengalami erupsi pada pukul 07.41 WIT dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 10.000 meter.

RILIS

TRIBUNTERNATE.COM - Erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat (8/5/2026), menyebabkan sedikitnya lima pendaki mengalami luka-luka. Saat ini tim gabungan masih melakukan pendataan serta evakuasi di kawasan terdampak.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), erupsi terjadi pada pukul 07.41 WIT.

Informasi tersebut dihimpun dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menyebutkan Gunung Dukono saat ini berstatus Level II atau Waspada.

Baca juga: Bappenas Siapkan Masterplan, Sofifi Diproyeksi Jadi Kota Modern Berkelanjutan

Aktivitas vulkanik Gunung Dukono dilaporkan mengalami peningkatan sejak 29 Maret 2026, dengan rata-rata tercatat sebanyak 95 kali erupsi.

Hasil pengamatan menunjukkan kolom erupsi berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan tinggi mencapai sekitar 10.000 meter. Erupsi juga disertai dentuman lemah hingga kuat.

Aktivitas kegempaan terekam pada sismogram dengan amplitudo maksimum 34 milimeter dan durasi 967,56 detik.

Dampak erupsi terpantau di wilayah Kecamatan Galela, tepatnya di Desa Mamunya.

Hingga kini, BPBD Kabupaten Halmahera Utara bersama BPBD Provinsi Maluku Utara dan unsur terkait masih melakukan pendataan lanjutan terhadap kondisi masyarakat maupun pendaki di sekitar kawasan terdampak.

Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Halmahera Utara telah mendirikan Posko Tanggap Darurat Bencana Terpadu dan berkoordinasi dengan Pos Pantau Gunung Dukono, Basarnas, tenaga medis, TNI/Polri, serta masyarakat setempat.

Tim SAR gabungan juga terus melakukan penyisiran di kawasan Gunung Dukono untuk mengevakuasi sejumlah pendaki yang berada dalam situasi darurat akibat peningkatan aktivitas vulkanik.

BNPB bersama Badan Geologi dan PVMBG sebelumnya telah melakukan koordinasi terkait perkembangan aktivitas Gunung Dukono.

Badan Geologi disebut terus melakukan pemantauan secara konsisten serta menyampaikan peringatan dini kepada pihak terkait mengenai peningkatan aktivitas gunung api tersebut.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Kementerian Pariwisata dilaporkan telah mengeluarkan surat penutupan kawasan pendakian Gunung Dukono guna mengantisipasi risiko keselamatan wisatawan dan masyarakat.

Sementara itu, berdasarkan hasil koordinasi lintas instansi, termasuk Basarnas, terdapat laporan sementara mengenai dua wisatawan yang diduga meninggal dunia akibat insiden di kawasan Gunung Dukono. Namun informasi tersebut masih dalam proses verifikasi lebih lanjut.

Baca juga: 6 Shio Paling Beruntung dan Sukses Besok Sabtu 9 Mei 2026: Rezeki dan Cinta Mengalir

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved