Selasa, 12 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Demo BBM

Sopir Truk Demo di Kantor Gubernur - DPRD Malut, Keluhkan Biosolar Langka dan Dexlite Mahal

Gabungan sopir truk lintas kabupaten/kota di Halmahera menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur dan DPRD memprotes kelangkaan Biosolar

Tayang:
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
TribunTernate.com/Sansul Sardi
DEMO - Gabungan sopir truk lintas kabupaten/kota di Halmahera menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur dan DPRD Maluku Utara untuk memprotes kelangkaan Biosolar dan mahalnya Dexlite. Massa aksi menyebut harga Biosolar yang seharusnya Rp6.800 per liter dijual hingga Rp20 ribu akibat dugaan penimbunan BBM subsidi oleh oknum tertentu, Senin (11/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  1. Gabungan sopir truk lintas kabupaten/kota di Halmahera menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur dan DPRD Maluku Utara untuk memprotes kelangkaan Biosolar dan mahalnya Dexlite.
  2. Massa aksi menyebut harga Biosolar yang seharusnya Rp6.800 per liter dijual hingga Rp20 ribu akibat dugaan penimbunan BBM subsidi oleh oknum tertentu.
  3. Para sopir mendesak Pemprov Malut segera mengevaluasi distribusi BBM subsidi dan mengancam akan menggelar aksi lanjutan jika persoalan tidak segera diselesaikan.

TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI– Aliansi masyarakat yang terdiri dari gabungan sopir truk lintas kabupaten/kota di Halmahera menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur dan DPRD Maluku Utara, Sofifi, Senin (11/5/2026).

Massa aksi memprotes kelangkaan BBM subsidi jenis Biosolar serta tingginya harga Dexlite yang dinilai semakin membebani operasional angkutan barang.

Dalam aksinya, para sopir meminta Pemerintah Provinsi Maluku Utara segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan distribusi BBM subsidi yang dinilai semakin sulit diperoleh di sejumlah daerah.

Baca juga: 12 Ramalan Shio Besok Selasa 12 Mei 2026: Nomor Hoki, Cinta, Karier Lengkap

Perwakilan massa aksi, Faisal, mengatakan kelangkaan Biosolar terjadi hampir di seluruh kabupaten/kota di Maluku Utara, termasuk di Sofifi. Kondisi tersebut, menurutnya, berdampak langsung terhadap aktivitas transportasi dan distribusi barang.

“Terkait aksi yang torang lakukan hari ini menyangkut kelangkaan solar subsidi. Setelah kami telusuri di beberapa kabupaten/kota bahkan Sofifi, stoknya hampir tidak ada,” kata Faisal di hadapan Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, dan pimpinan DPRD.

Faisal juga menyoroti dugaan adanya oknum yang menimbun BBM subsidi sehingga harga Biosolar di lapangan melonjak jauh di atas harga resmi SPBU.

“Ada oknum-oknum yang sengaja menimbun BBM subsidi ini. Harga yang seharusnya Rp6.800 per liter, di lapangan bahkan dijual sampai Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per liter,” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan harga BBM tersebut ikut memicu lonjakan biaya distribusi barang dan harga material di sejumlah wilayah. Sementara harga Dexlite disebut telah mencapai Rp26.600 per liter.

“Kami juga meminta gubernur dan wakil gubernur segera melakukan evaluasi terkait distribusi BBM di Maluku Utara,” tegasnya.

Ia menambahkan, para sopir truk dan angkutan lintas sangat bergantung pada BBM subsidi untuk menunjang operasional harian. Namun kondisi di lapangan menunjukkan stok Biosolar di SPBU sering kosong.

Baca juga: Idul Adha 2026: Halmahera Selatan Dapat Bantuan Sapi Kurban 1 Ton dari Presiden Prabowo

Karena itu, massa aksi mendesak pemerintah provinsi segera merealisasikan tuntutan mereka agar distribusi BBM subsidi kembali normal dan tepat sasaran.

Faisal juga memperingatkan bahwa aksi lanjutan akan dilakukan apabila persoalan tersebut tidak segera ditangani pemerintah.

“Kami sudah berkoordinasi dengan seluruh jajaran Organda di 10 kabupaten/kota. Kalau persoalan ini tidak segera diselesaikan, maka akan ada gerakan-gerakan lanjutan,” pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved