Erupsi Gunung Dukono
Erupsi Gunung Dukono Masih Berlangsung, Warga Diminta Jauhi Radius 4 KM
Petugas PVMBG menyebut, saat laporan diterbitkan, aktivitas erupsi Gunung Dukono masih berlangsung
Penulis: Iga Almira Rugaya Assagaf | Editor: Iga Almira Rugaya Assagaf
TRIBUNTERNATE.COM, TOBELO – Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali mengalami erupsi pada Senin (11/5/2026) pagi.
Berdasarkan laporan resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi sekitar pukul 08.14 WIT dengan tinggi kolom letusan mencapai sekitar 2.000 meter di atas puncak gunung.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang sampai tebal mengarah ke utara dan timur laut.
Baca juga: 2 WNA Singapura Korban Erupsi Gunung Dukono Halmahera Utara Ditemukan Meninggal
Petugas PVMBG menyebut, saat laporan diterbitkan, aktivitas erupsi Gunung Dukono masih berlangsung.
Masyarakat di sekitar gunung maupun wisatawan diimbau untuk tidak beraktivitas, mendaki, atau mendekati kawasan Kawah Malupang Warirang dalam radius empat kilometer dari pusat erupsi.
PVMBG juga mengingatkan bahwa letusan abu vulkanik di Gunung Dukono terjadi secara periodik dengan arah sebaran abu yang dapat berubah mengikuti kondisi angin.
Karena itu, warga di sekitar kawasan terdampak diminta selalu menyiapkan masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan pernapasan akibat abu vulkanik.
Gunung Dukono merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia dan hingga kini masih berstatus Level II atau Waspada.
Update Pendaki Korban Erupsi Gunung Dukono
Dua warga negara asing (WNA) asal Singapura yang dilaporkan hilang pascaerupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara akhirnya ditemukan.
Tim SAR gabungan menemukan Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez bin Abdul Hamid (27) dalam kondisi meninggal, Minggu (10/5/2026) tertimbun material abu vulkanik.
Meskipun lokasi korban sudah diketahui, tapi proses evakuasi berjalan lambat. Hal ini disebabkan oleh kondisi medan yang ekstrem serta aktivitas Gunung Dukono yang masih fluktuatif dan berbahaya.
Laporan dari lapangan menyebut, kedua jenazah tertimbun material vulkanik sangat tebal akibat semburan dahsyat, Jumat (8/5/2026) lalu.
"Jenazah sedang dalam proses evakuasi, kendala utamanya adalah material timbunan yang sangat padat."
"Kami harus bekerja perlahan agar jenazah dapat dievakuasi dengan utuh dan penuh penghormatan, "ujar salah satu personel tim SAR di lokasi.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD dan relawan setempat saat ini fokus menembus tumpukan material di tengah gemuruh letusan.
| BREAKING NEWS: Gunung Dukono di Halut Kembali Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 3.400 M di Atas Puncak |
|
|---|
| Sudah Pastikan Kondisi Gunung Dukono Halut sebelum Mendaki, Anak Esa: Erupsi Terjadi Mendadak |
|
|---|
| Ungkap Kronologi Erupsi Gunung Dukono Halut, Anak Esa: Timo Peluk Shanin saat Batu Besar Jatuh |
|
|---|
| Akademisi Malut : Pendakian Gunung Dukono Terlalu Bebas karena Minim Pengawasan Pemda |
|
|---|
| Polisi Kantongi 2 Nama Calon Tersangka Kasus Meninggalnya Wisatawan di Gunung Dukono Halut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/gunung-dukono-erupsi-seniin-11-mei-2026.jpg)