Pemkab Halmahera Selatan
Minim Inovasi, Disparbud Halmahera Selatan Dinilai Abai Kembangkan Potensi Wisata
"Kalau mau jujur, Disparbud tak ada inovasi sama sekali untuk kembangkan potensi pariwisata, "kata Ketua Komisi III DPRD Halmahera Selatan Safri Talib
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Halmahera Selatan mendapat sorotan tajam.
2. OPD tersebut dinilai abai dalam mengembangkan sektor pariwisata, padahal daerah berjuluk 'Bumi Saruma' ini memiliki potensi wisata yang sangat melimpah
3. Tak hanya minim pengembangan, pengelolaan di beberapa destinasi wisata unggulan termasuk Pulau Nusa Ra juga dikritik karena dinilai amburadul secara manajemen
TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Halmahera Selatan, Maluku Utara mendapat sorotan tajam.
OPD tersebut dinilai abai dalam mengembangkan sektor pariwisata, padahal daerah berjuluk 'Bumi Saruma' ini memiliki potensi wisata yang sangat melimpah.
Tak hanya minim pengembangan, pengelolaan di beberapa destinasi wisata unggulan termasuk Pulau Nusa Ra juga dikritik karena dinilai amburadul secara manajemen.
Kritik pedas di atas disampaikan langsung Ketua Komisi III DPRD Halmahera Selatan Safri Talib.
Baca juga: Hanya Usulkan 3 Lokasi WPR, Pemkab Halmahera Selatan Diminta Adil Terhadap Penambang Lokal
Berdasarkan hasil pengawasan dan rapat evaluasi berkala, ia menilai Disparbud tidak menunjukan keseriusan dalam memajukan pariwisata daerah.
"Kalau mau jujur, Disparbud tidak ada inovasi sama sekali untuk mengembangkan potensi pariwisata."
"Kerja mereka selama ini hanya mengeluh, tetapi tidak memiliki konsep jelas, "ujar Safri dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).
Safri mengungkapkan bahwa Komisi III selaku mitra kerja Disparbud kerap memberikan masukan dan saran strategis terkait pengembangan wisata.
Namun rekomendasi-rekomendasi tersebut selalu berujung sia-sia karena tidak pernah dieksekusi oleh pemerintah daerah.
"Banyak hal yang sudah kita sarankan, tetapi kelihatannya pemerintah tidak punya kemauan untuk berkembang, akhirnya semua hanya berakhir di meja rapat, "ungkapnya.
Menurut politisi PKB ini, sektor pariwisata seharusnya bisa menjadi penyelamat bagi kas daerah jika dikelola secara profesional.
Kontribusinya dinilai mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) secara signifikan.
Baca juga: Jalan Pasar Modern Labuha Halmahera Selatan Rusak Parah, Warga dan Pedagang Mengeluh
Apalagi, kondisi keuangan pemerintah daerah saat ini sedang tidak stabil akibat adanya efisiensi dana transfer ke daerah (TKD).
Situasi sulit ini dinilai momentum tepat bagi pemerintah daerah untuk mulai memutar otak dan berinovasi mencari sumber pendapatan baru di luar dana pusat.
"Kalau memang ada kemauan, mari kita duduk dan bahas bersama bagaimana konsep mengembangkan pariwisata yang matang, agar sektor ini bisa memberikan nilai tambah yang nyata bagi pendapatan daerah, "tandas Safri. (*)
| Hanya Usulkan 3 Lokasi WPR, Pemkab Halmahera Selatan Diminta Adil Terhadap Penambang Lokal |
|
|---|
| Jalan Pasar Modern Labuha Halmahera Selatan Rusak Parah, Warga dan Pedagang Mengeluh |
|
|---|
| Narkoba Masuk Wisata Pulau Nusa Ra, Disparbud Halmahera Selatan Diminta Awasi Pengunjung |
|
|---|
| Distributor Minyakita di Halmahera Selatan Diduga Main Harga, Polisi Didesak Bertindak |
|
|---|
| Bupati Halsel Terbitkan SE, Kades hingga Anggota BPD yang Lulus PPPK Diminta Undur Diri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Wisata-Pulau-Nusa-Ra-di-Halmahera-Selatan-01.jpg)