Rabu, 20 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

LPG di Malut

Harga LPG di Ternate Melonjak hingga Rp 500 Ribu, Satgas Pangan Beberkan Penyebabnya

Selain masalah distribusi, wilayah Maluku Utara memang tidak mendapatkan subsidi pemerintah untuk gas LPG

Tayang:
Penulis: Randi Basri | Editor: Munawir Taoeda
Dok Pertamina
KONSUMSI: Kapal muatan LPG dari Ambon, Maluku sandar di Pelabuhan Ahmad Yani, Ternate, Sabtu (25/4/2026) 

Ringkasan Berita:1. Harga gas LPG di Kota Ternate, Maluku Utara dilaporkan melonjak tajam di pasaran
2. Kondisi ini mulai memicu kekhawatiran di tengah situasi geopolitik global dan adanya pengalihan jalur suplai
3. Di Kota Ternate, harga per tabung baru diperkirakan menembus Rp 500 ribu yang mulai menyulitkan warga dan pelaku usaha

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Harga gas LPG di Kota Ternate, Maluku Utara dilaporkan melonjak tajam di pasaran.

Kondisi ini mulai memicu kekhawatiran di tengah situasi geopolitik global dan adanya pengalihan jalur suplai.

Di Kota Ternate, harga per tabung baru diperkirakan menembus Rp 500 ribu yang mulai menyulitkan warga dan pelaku usaha.

Dampak kenaikan harga ini dibenarkan oleh Tim Satgas Pangan Maluku Utara yang terus melakukan pemantauan di lapangan.

Baca juga: Naik Rp25 Ribu per Gram, Ini Harga dan Buyback Emas Antam Terbaru Selasa 19 Mei 2026

"Kalau dari data yang kami peroleh di lapangan, memang ada kenaikan harga, "ujar Ketua Tim Satgas Pangan Maluku Utara Kombes Pol Edy Wahyu Susilo, melalui Kasubdit I Indag Ditreskrimsus Polda Maluku Utara Kompol Said Aslam saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2026).

Hasil rapat bersama Pemprov dan DPR RI

Merespons lonjakan ini, kata Kompol Said Aslam, Pemprov Maluku Utara telah menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama Komisi XII DPR RI, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) serta PT Pertamina Patra Niaga di Ternate.

Rakor dipimpin langsung Sekprov Maluku Utara Samsuddin A Kadir yang mewakili Gubernur Maluku Utara Sherly Laos.

Berdasarkan hasil rakor, faktor utama yang memicu kenaikan harga LPG adalah kendala pada transportasi laut menuju Kota Ternate.

"Jadi yang menjadi kendala itu transportasi, karena awalnya (suplai) dari Surabaya, sekarang dialihkan dari Ambon, "jelas Kompol Said.

Faktor non-subsidi dan dampak ke home industri

Selain masalah distribusi, wilayah Maluku Utara memang tidak mendapatkan subsidi pemerintah untuk gas LPG.

Hal inilah yang membuat harga di pasaran menjadi sangat fluktuatif.

Terlebih segmen pengguna LPG mayoritas adalah sektor home industry seperti rumah makan dan restoran.

Sementara untuk konsumsi rumah tangga, warga lokal cenderung masih menggunakan minyak tanah.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved