LPG di Malut
Harga LPG di Ternate Melonjak hingga Rp 500 Ribu, Satgas Pangan Beberkan Penyebabnya
Selain masalah distribusi, wilayah Maluku Utara memang tidak mendapatkan subsidi pemerintah untuk gas LPG
Penulis: Randi Basri | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. Harga gas LPG di Kota Ternate, Maluku Utara dilaporkan melonjak tajam di pasaran
2. Kondisi ini mulai memicu kekhawatiran di tengah situasi geopolitik global dan adanya pengalihan jalur suplai
3. Di Kota Ternate, harga per tabung baru diperkirakan menembus Rp 500 ribu yang mulai menyulitkan warga dan pelaku usaha
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Harga gas LPG di Kota Ternate, Maluku Utara dilaporkan melonjak tajam di pasaran.
Kondisi ini mulai memicu kekhawatiran di tengah situasi geopolitik global dan adanya pengalihan jalur suplai.
Di Kota Ternate, harga per tabung baru diperkirakan menembus Rp 500 ribu yang mulai menyulitkan warga dan pelaku usaha.
Dampak kenaikan harga ini dibenarkan oleh Tim Satgas Pangan Maluku Utara yang terus melakukan pemantauan di lapangan.
Baca juga: Naik Rp25 Ribu per Gram, Ini Harga dan Buyback Emas Antam Terbaru Selasa 19 Mei 2026
"Kalau dari data yang kami peroleh di lapangan, memang ada kenaikan harga, "ujar Ketua Tim Satgas Pangan Maluku Utara Kombes Pol Edy Wahyu Susilo, melalui Kasubdit I Indag Ditreskrimsus Polda Maluku Utara Kompol Said Aslam saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2026).
Hasil rapat bersama Pemprov dan DPR RI
Merespons lonjakan ini, kata Kompol Said Aslam, Pemprov Maluku Utara telah menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama Komisi XII DPR RI, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) serta PT Pertamina Patra Niaga di Ternate.
Rakor dipimpin langsung Sekprov Maluku Utara Samsuddin A Kadir yang mewakili Gubernur Maluku Utara Sherly Laos.
Berdasarkan hasil rakor, faktor utama yang memicu kenaikan harga LPG adalah kendala pada transportasi laut menuju Kota Ternate.
"Jadi yang menjadi kendala itu transportasi, karena awalnya (suplai) dari Surabaya, sekarang dialihkan dari Ambon, "jelas Kompol Said.
Faktor non-subsidi dan dampak ke home industri
Selain masalah distribusi, wilayah Maluku Utara memang tidak mendapatkan subsidi pemerintah untuk gas LPG.
Hal inilah yang membuat harga di pasaran menjadi sangat fluktuatif.
Terlebih segmen pengguna LPG mayoritas adalah sektor home industry seperti rumah makan dan restoran.
Sementara untuk konsumsi rumah tangga, warga lokal cenderung masih menggunakan minyak tanah.
| Harga LPG Nonsubsidi di Taliabu Melonjak Signifikan |
|
|---|
| Dukung Langkah Pertamina, Pemprov Maluku Utara Usul Jalur Tol Laut dan Pembangunan SPBE |
|
|---|
| Update Stok dan Harga LPG Nonsubsidi di Ternate Maluku Utara Terbaru |
|
|---|
| Stok LPG di Ternate Ditambah, Pertamina Komitmen Penuhi Kebutuhan Konsumen |
|
|---|
| Harga LPG Nonsubsidi di Ternate Melonjak, Tabung 12 Kg Tembus Rp 380 Ribu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/LPG-nonsubsidi-masuk-Ternate.jpg)