Rabu, 20 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemkot Ternate

Terancam Abrasi, Warga Kelurahan Rua Ternate Memohon Perhatian Gubernur Maluku Utara Sherly Laos

Abrasi pantai ancam sejumlah warga yang bermukim di pesisir pantai RT 08/RW 03 Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Maluku Utara

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Munawir Taoeda
Dok Warga Ternate
KELUHAN: Kondisi terkini rumah warga di RT 08/RW 03, Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Selasa (19/5/2026). Warga sekitar bibir pantai mengeluh ombak sering masuk ke dalam rumah kala air pasang tiba 

Ringkasan Berita:1. Warga RT 08/RW 03 Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate kini dilingkupi rasa cemas mendalam
2. Pasalnya ancaman abrasi pantai yang kian parah membuat pemukiman mereka rentan terjangkau ombak besar
3. Warga menaruh harapan besar kepada Gubernur Maluku Utara Sherly Laos, yang kiranya untuk meninjau langsung kondisi mereka

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Warga RT 08/RW 03 Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate kini dilingkupi rasa cemas mendalam.

Pasalnya ancaman abrasi pantai yang kian parah membuat pemukiman mereka rentan terjangkau ombak besar.

Warga menaruh harapan besar kepada Gubernur Maluku Utara Sherly Laos, yang kiranya untuk meninjau langsung kondisi mereka.

Jarak pantai kian dekat, tidur warga tak lagi nyenyak

Baca juga: Harga LPG di Ternate Melonjak hingga Rp 500 Ribu, Satgas Pangan Beberkan Penyebabnya

Informasi yang dihimpun Tribunternate.com, kondisi pesisir di wilayah tersebut berubah drastis dalam beberapa tahun terakhir.

Dahulu, jarak antara rumah warga dengan bibir pantai terbilang aman, berkisar 10 hingga 15 meter.

Akan tetapi akibat abrasi yang terus mengikis daratan, kini jaraknya menyusut tajam menjadi hanya 3 sampai 5 meter.

Keluhan warga pesisir pantai Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate 01
Kondisi terkini rumah warga di RT 08/RW 03, Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Selasa (19/5/2026).

Ketiadaan infrastruktur pengaman seperti talud maupun pemecah ombak di belakang pemukiman memperparah keadaan.

Walhasil, setiap kali air pasang dan musim ombak tiba, air laut tanpa penghalang langsung menerobos masuk ke dalam rumah.

Salah satu warga yang rumahnya menjadi langganan banjir rob adalah Jono Hangi.

Ia mengungkapkan rasa kecewa karena keluhannya (warga) selama ini terkesan diabaikan oleh pihak-pihak terkait.

"Mereka hanya datang lihat, foto-foto, sampai hari ini mereka sudah tidak datang lagi, "ungkap Jono dengan nada getir.

"Kasihan kami di sini kalau musim ombak tidur tidak nyenyak karena harus berjaga kalau-kalau ombak masuk rumah, "lanjutnya.

Ketakutan yang sama juga dirasakan Rosita Into, dalam bahasa daerah yang kental, ia menggambarkan betapa mencekamnya situasi saat musim ombak tiba.

Di mana ia dan sejumlah warga lainnya tidak bisa beristirahat dengan tenang baik siang maupun malam.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved