Ini Maksud dan Tujuan Koperasi Mutiara Mangga Dua Ternate Terapkan Sistem Portasika
Melalui sistem ini, setiap barang bawaan wajib melewati proses penimbangan sebelum diangkut ke dalam speedboat
Penulis: Randi Basri | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. Koperasi Mutiara Mangga Dua Ternate terus berbenah demi meningkatkan pelayanan bagi penumpang speedboat di Pelabuhan Semut Mangga Dua
2. Inovasi terbaru yang diluncurkan adalah Sistem Portasika, sebuah sistem pengawasan digital untuk mengontrol barang bawaan penumpang
3. Melalui sistem ini, setiap barang bawaan wajib melewati proses penimbangan sebelum diangkut ke dalam speedboat
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Koperasi Mutiara Mangga Dua Ternate, Maluku Utara terus berbenah demi meningkatkan pelayanan bagi penumpang speedboat di Pelabuhan Semut Mangga Dua.
Inovasi terbaru yang diluncurkan adalah Sistem Portasika, sebuah sistem pengawasan digital untuk mengontrol barang bawaan penumpang.
Melalui sistem ini, setiap barang bawaan wajib melewati proses penimbangan sebelum diangkut ke dalam speedboat.
Penerapan Sistem Portasika ini telah memenuhi standar operasional resmi dan mengacu pada:
Baca juga: PAD Malut Tembus Target Nasional, DPRD Apresiasi Kinerja Bapenda
1. Dokumen standar SOP: Nomor SOP-Opr/Kmm/04/2026
2. SK Koperasi: Nomor SK.03/KMMD/Opr/IV/2026
3. Rekomendasi otoritas: Telah disetujui oleh KSOP Kelas II Ternate sebagai dasar penerbitan surat edaran
"Sistem ini sudah berjalan hampir sebulan terakhir dan respons penumpang sangat baik."
Demikian disampaikan Ketua Koperasi Mutiara Mangga Dua Ternate Iksan Adam saat dikonfirmasi, Selasa (19/5/2026).
Untuk menjaga keadilan dan transparansi, lanjut Iksan, koperasi berlakukan pembatasan berat bagasi gratis dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Bagasi gratis: Maksimal 10 kg per penumpang
2. Biaya kelebihan: Jika melebihi 10 kg, penumpang dikenakan tarif tambahan sebesar Rp 2.000 per kg
3. Bukti pembayaran: Penumpang yang membayar kelebihan bagasi akan langsung menerima struk resmi
Catatan: Seluruh uang hasil kelebihan bagasi akan diserahkan langsung kepada motoris speedboat.
Menurutnya, penimbangan ketat ini dilakukan demi menjamin keselamatan pelayaran sesuai regulasi Kemenhub.
Sebab setiap speedboat memiliki batas kapasitas muatan bersih (Gross Tonnage) sebesar 2 ton.
Berikut adalah rincian pembagian beban ideal dalam satu kapal:
1. Kapasitas manusia: 18 penumpang + 1 Nahkoda + 1 ABK
2. Bagasi standar: 10 kg x 18 penumpang = 180 kg
3. Sisa kuota aman: Dari total kapasitas 2 ton, masih tersisa slot sekitar 400 kg yang dapat digunakan untuk mengakomodasi kelebihan muatan penumpang secara aman agar stabilitas kapal tetap terjaga
Dengan hadirnya sistem berbasis aplikasi Semut Mutiara ini, koperasi dapat menjalankan fungsi kontrol dengan maksimal.
Beberapa manfaat utamanya meliputi:
1. Transparansi biaya: Mencegah praktik pungutan liar (pungli) di luar tarif resmi
2. Keselamatan pelayaran: Memastikan berat beban kapal presisi demi menjaga stabilitas di laut
Baca juga: PT NKA Gelar Panen Perdana Ikan Air Tawar, Dorong Kemandirian Ekonomi Desa Berkelanjutan di Haltim
3. Pelacakan barang: Memberikan jaminan keamanan dan kemudahan pelacakan untuk paket kiriman
4. Tertib manajerial: Mempermudah kontrol penuh terhadap muatan, data penumpang hingga aktivitas motoris.
"Melalui aplikasi Semut Mutiara, semua bisa kita kontrol, karena itu kami harap sistem ini membuat seluruh pelayanan berjalan lancar dan semakin mempermudah masyarakat, "tandasnya. (*)
| Tubuh Perempuan Bukan Wilayah Bebas |
|
|---|
| PAD Malut Tembus Target Nasional, DPRD Apresiasi Kinerja Bapenda |
|
|---|
| Cuaca Maluku Utara Besok Rabu 20 Mei 2026, BMKG Prediksi Hujan Sedang di 2 Wilayah |
|
|---|
| Pertamina Patra Niaga Dorong Anak Usia Dini Peduli Lingkungan |
|
|---|
| Terancam Abrasi, Warga Kelurahan Rua Ternate Memohon Perhatian Gubernur Maluku Utara Sherly Laos |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Pelayanan-barang-penumpang-di-Pelabuhan-Semut-Ternate.jpg)