Rabu, 20 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Menyapa Nusantara 2026

Rafale Melesat Cepat, Bawa Indonesia Semakin Kuat

Indonesia telah menerima 6 Rafale, itu merupakan sebagian kecil dari total 42 pesawat yang sudah dibeli Kemenhan RI dari Dassault Aviation

Tayang:
Editor: Munawir Taoeda
Dok ANTARA
Presiden Prabowo Subianto (ketiga kanan) didampingi Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono (kedua kanan) meninjau Smart Weapon Hammer dan Missile Meteor saat serah terima alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari Pemerintah kepada TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026). Pemerintah menambah alutsista baru yang terdiri dari enam pesawat MRCA Rafale, empat pesawat Falcon 8X, satu pesawat A-400M, Radar GCI GM403, Smart Weapon Hammer dan Missile Meteor guna memastikan keamanan seluruh wilayah Indonesia, baik udara, laut, maupun daratan. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/bar 

Modernisasi alutsista saat ini menjadi kebutuhan mutlak untuk membangun kekuatan pertahanan Indonesia yang lebih adaptif dan berdaya saing, terutama di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

Namun demikian, Hanif mengingatkan bahwa modernisasi alutsista tidak cukup hanya dengan menghadirkan teknologi canggih. Ada faktor lain yang sama pentingnya, yakni kesiapan infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, serta ketersediaan logistik pendukung.

Ketiga unsur tersebut ibarat “bara api” yang menjaga Rafale dan alutsista lainnya tetap menyala dan siap dioperasikan dalam jangka panjang.

Persoalan muncul ketika Indonesia masih bergantung pada produsen suku cadang dari luar negeri. Konflik geopolitik yang berkepanjangan dikhawatirkan dapat memengaruhi stabilitas keamanan negara produsen, yang pada akhirnya berpotensi menghambat pasokan komponen maupun suku cadang yang dibutuhkan Indonesia.

Baca juga: Prabowo Sebut Komoditas RI Berlimpah, Bisa Sebesar Pasar Eropa

Karena itu, Hanif kembali menekankan pentingnya memperkuat kemandirian industri pertahanan dalam negeri demi mendukung kemajuan alutsista nasional.

Dengan industri pertahanan yang semakin maju, TNI AU akan memiliki akses yang lebih mandiri terhadap kebutuhan suku cadang, sekaligus ruang yang lebih besar untuk mengembangkan inovasi teknologi pertahanan.

Dengan demikian, kehadiran Rafale diharapkan bukan hanya menjadi simbol modernisasi alat utama sistem senjata, tetapi juga pintu masuk bagi Indonesia menuju era teknologi pertahanan yang lebih maju dan mandiri. (*)

(ANTARA/ Walda Marison/20 Mai 2026)

Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved