Menyapa Nusantara 2026
Rafale Melesat Cepat, Bawa Indonesia Semakin Kuat
Indonesia telah menerima 6 Rafale, itu merupakan sebagian kecil dari total 42 pesawat yang sudah dibeli Kemenhan RI dari Dassault Aviation
Modernisasi alutsista saat ini menjadi kebutuhan mutlak untuk membangun kekuatan pertahanan Indonesia yang lebih adaptif dan berdaya saing, terutama di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Namun demikian, Hanif mengingatkan bahwa modernisasi alutsista tidak cukup hanya dengan menghadirkan teknologi canggih. Ada faktor lain yang sama pentingnya, yakni kesiapan infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, serta ketersediaan logistik pendukung.
Ketiga unsur tersebut ibarat “bara api” yang menjaga Rafale dan alutsista lainnya tetap menyala dan siap dioperasikan dalam jangka panjang.
Persoalan muncul ketika Indonesia masih bergantung pada produsen suku cadang dari luar negeri. Konflik geopolitik yang berkepanjangan dikhawatirkan dapat memengaruhi stabilitas keamanan negara produsen, yang pada akhirnya berpotensi menghambat pasokan komponen maupun suku cadang yang dibutuhkan Indonesia.
Baca juga: Prabowo Sebut Komoditas RI Berlimpah, Bisa Sebesar Pasar Eropa
Karena itu, Hanif kembali menekankan pentingnya memperkuat kemandirian industri pertahanan dalam negeri demi mendukung kemajuan alutsista nasional.
Dengan industri pertahanan yang semakin maju, TNI AU akan memiliki akses yang lebih mandiri terhadap kebutuhan suku cadang, sekaligus ruang yang lebih besar untuk mengembangkan inovasi teknologi pertahanan.
Dengan demikian, kehadiran Rafale diharapkan bukan hanya menjadi simbol modernisasi alat utama sistem senjata, tetapi juga pintu masuk bagi Indonesia menuju era teknologi pertahanan yang lebih maju dan mandiri. (*)
(ANTARA/ Walda Marison/20 Mai 2026)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Pertahanan-Indonesia.jpg)