Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemprov Malut

Pemprov Malut Prioritaskan Jalan Tani dan Irigasi untuk Dukung Ketahanan Pangan 2025

Pembangunan infrastruktur pertanian kini menjadi salah satu kunci dari program ketahanan pangan Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos

Penulis: Fizri Nurdin | Editor: Sitti Muthmainnah
TribunTernate.com/Fizri Nurdin
PERTANIAN: Plt Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara, Anwar Husen. Ia menjelaskan soal pembangunan jalan tani dan irigasi, untuk ketahanan pangan, Sabtu (30/8/2025). 

TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Pembangunan infrastruktur pertanian kini menjadi salah satu kunci dari program ketahanan pangan Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos. 

Hal itu disampaikan Plt Kepala Dinas Pertanian Maluku Utara, Anwar Husen, yang menegaskan pembangunan jalan tani dan jaringan irigasi menjadi prioritas pada tahun 2025.

Menurutnya, jalan tani tahun ini ditargetkan sepanjang 50 kilometer, dengan konsentrasi utama di Halmahera Utara.

Baca juga: Pemprov Malut Target Ketahanan Pangan Lewat Pengembangan Sawah dan Hortikultura

"Target kita sebenarnya 50 kilometer, tapi realisasi bisa mencapai 67 kilometer. Tahun depan kita tingkatkan lagi menjadi 100 kilometer, tersebar di kabupaten/kota," ujar Anwar diwawancarai wartawan di Ternate, Sabtu (30/8/2025).

Namun, kata Anwar, pembangunan jalan tani seringkali terkendala oleh cuaca. 

"Kalau hujan, pekerjaan terhenti karena material sulit tersedia. Ini tantangan besar kita," jelasnya.

Selain itu, ia menuturkan, pihaknya juga bekerjasama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk memastikan ketersediaan air bagi petani.

"Koordinasi dengan BWS sudah dilakukan, dan Alhamdulillah 80 persen masalah jaringan irigasi sudah teratasi. Bahkan mereka juga bantu pengeboran sumur air untuk hortikultura," ungkapnya.

Baca juga: 3 Pemain Label TNI Malut United Absen Kala Bersua PSIM Yogyakarta di Kie Raha

Dengan adanya perbaikan infrastruktur jalan tani dan irigasi, Anwar optimistis produktivitas padi bisa meningkat dua kali lipat.

"Selama ini rata-rata hasil padi hanya 4 ton per hektare. Target kita bisa capai 8 ton per hektare dengan dukungan infrastruktur dan teknologi pertanian," tambahnya.

Langkah ini, kata Anwar, sekaligus memastikan target peningkatan produksi pangan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Malukua Utara, tanpa bergantung penuh pada pasokan dari luar daerah. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved