Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

DPRD Kota Ternate

DLH Ternate Diminta Tuntaskan Masalah Penutupan Insinerator Limbah Medis

"Sampah medis itu harus tertangani. Selain itu, soal honor dan kebutuhan operasional lainnya juga harus segera diselesaikan, "kata M Syaiful

Penulis: M Julfikram Suhadi | Editor: Munawir Taoeda
Tribunternate.com/M Julfikram Suhadi
STATEMENT: Ketua Komisi III DPRD Kota Ternate M Syaiful. Ia meminta DLH tuntaskan masalah penutupan insinerator limbah medis 

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Komisi III DPRD Kota Ternate, Maluku Utara menyoroti serius persoalan penutupan insinerator limbah medis yang menyebabkan tumpukan sampah medis di sejumlah fasilitas kesehatan (faskes).

Ketua Komisi III DPRD Kota Ternate M Syaiful menegaskan pihaknya akan turun langsung melakukan pengecekan untuk mencari akar masalah.

"Sampah medis itu harus tertangani. Selain itu, soal honor dan kebutuhan operasional lainnya juga harus segera diselesaikan, "tegasnya kepada Tribunternate.com, Minggu (31/8/2025).

Penutupan insinerator oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) membuat limbah dari rumah sakit dan puskesmas tak terangkut lebih dari satu bulan.

Baca juga: Ojol Ternate Gelar Aksi Damai, Tuntut Keadilan untuk Affan Kurniawan

"Ada surat dari DLH untuk penutupan sementara, "ungkap Amrul Daga selaku Penanggung Jawab Kesehatan Lingkungan Dinkes Ternate, Jumat (29/8/2025).

Amrul menyayangkan kebijakan tersebut karena tidak disertai solusi alternatif.

Ia khawatir alat insinerator berukuran besar bantuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) itu rusak jika dibiarkan terlalu lama tidak beroperasi.

Normalnya, pengangkutan limbah medis dilakukan dua hingga tiga hari sekali di rumah sakit dan seminggu sekali di Puskesmas.

Namun, sejak insinerator ditutup, skema itu mandek.

Kondisi makin diperparah dengan kerusakan mobil pengangkut limbah medis.

Petugas bahkan terpaksa menggunakan mobil bak terbuka yang hanya ditutup terpal.

Sementara biaya operasional masih ditanggung dengan sistem iuran antar rumah sakit.

Baca juga: Kapolres Taliabu AKBP Adnan Wahyu Kashogi Harap Unjuk Rasa Senin Besok Aman dan Damai

"Beberapa rumah sakit mengumpulkan Rp14 juta per bulan, dipakai untuk honor petugas dan BBM."

"Sayangnya, honor delapan bulan baru terbayar Agustus ini, itu pun hanya lima bulan, "jelas Amrul.

Sementara itu, Kepala DLH Ternate, Muhammad Syafei, belum dapat dimintai keterangan. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved