Pemprov Malut
Pemprov Malut dan BIG Perkuat Kerja Sama Geospasial, Fokus Tingkatkan SDM dan Infrastruktur Data
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara bersama Badan Informasi Geospasial (BIG) menggelar rapat koordinasi di Kantor BIG
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara bersama Badan Informasi Geospasial (BIG) menggelar rapat koordinasi di Kantor BIG, Cibinong, Jawa Barat, Jumat (29/8/2025).
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, mengenai penguatan simpul jaringan geospasial daerah, serta rencana kerjasama strategis dengan BIG, untuk mendukung sistem pengelolaan berbasis elektronik di Maluku Utara.
Rapat dipimpin Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama BIG, Mone Iye Cornelia, bersama jajaran unit teknis. Dari Pemprov Maluku Utara turut hadir Kepala Bappeda, Muhammad Sarmin S. Adam, Tenaga Ahli Dr. Ir. Abjan Sofyan, Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR Yerri Passilia, Plh. Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappeda Zulkarnain Abdul Latif, serta sejumlah pejabat teknis lainnya.
Baca juga: Tahun Depan, Pemprov Malut Gandeng Investor Jepang Bangun Industri Telur dan Pabrik Pakan
Dalam forum tersebut, perwakilan DPUPR dan DKP mengungkapkan, ketersediaan data spasial di Malut masih terbatas dan belum didukung SDM pemetaan yang memadai.
Menanggapi hal ini, Kepala Bappeda Maluku Utara, Muhammad Sarmin, menegaskan pentingnya sistem informasi pemetaan terintegrasi lintas sektor.
“Kami membutuhkan dukungan nyata, bukan hanya sistem informasi yang terintegrasi, tetapi juga peningkatan kapasitas SDM. Tanpa itu, sulit bagi daerah mengoptimalkan data spasial untuk pembangunan,” ujarnya, Sabtu (30/8/2025) kepada Tribunternate.com.
BIG menyambut baik langkah ini dan menegaskan komitmennya mendampingi Malut dalam memperkuat simpul jaringan data.
“BIG siap mendukung Maluku Utara, baik melalui bimbingan teknis maupun peningkatan literasi geospasial,” kata Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama BIG, Mone Iye Cornelia.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat menyusun Nota Kesepahaman (MoU) yang akan diturunkan dalam rencana kerja terstruktur, termasuk penunjukan penanggung jawab setiap kegiatan.
Fokus awal diarahkan pada peningkatan kapasitas SDM melalui sosialisasi, bimbingan teknis, dan pelatihan terpadu.
BIG juga menyampaikan bahwa pada 2024 telah tersedia peta dasar skala 1:5000 untuk wilayah Sulawesi, dan pengembangannya akan diperluas ke Maluku Utara.
Peta dasar ini penting untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pemetaan detail batas wilayah, dashboard data tematik, hingga mendukung kebijakan sosial-ekonomi.
Capaian kinerja simpul jaringan Maluku Utara pada 2024 tercatat 1,89 poin, yang akan dijadikan baseline untuk peningkatan di tahun berikutnya.
Langkah awal perbaikan meliputi pembentukan akun resmi pada platform simojang.big.go.id, penetapan tim verifikator di Bappeda, serta peningkatan kualitas data spasial melalui pembinaan berkelanjutan.
Baca juga: Daftar Nama Korban Meninggal karena Pembakaran Gedung DPRD Makassar: 2 Orang Lompat dari Lantai 4
Ke depan, Surat Edaran Bersama Bappenas, Kemendagri, dan BIG akan menetapkan Bappeda atau Dinas PUPR sebagai pembina data geospasial di daerah.
Tahun Depan, Pemprov Malut Gandeng Investor Jepang Bangun Industri Telur dan Pabrik Pakan |
![]() |
---|
Pemprov Malut Prioritaskan Jalan Tani dan Irigasi untuk Dukung Ketahanan Pangan 2025 |
![]() |
---|
Pemprov Malut Target Ketahanan Pangan Lewat Pengembangan Sawah dan Hortikultura |
![]() |
---|
Atasi Inflasi, Pemprov Maluku Utara Fokus Kembangkan Hortikultura di 5 Kabupaten/Kota |
![]() |
---|
Mulai 1 September, ASN Pemprov Malut Bisa Bekerja dari Rumah atau Lokasi Lain Setiap Jumat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.