Rabu, 13 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemprov Malut

Industri Rumah Tangga Pangan Jadi Prioritas Disperindag Maluku Utara

Kepala Disperindag Provinsi Maluku Utara, Yudhitia Wahab, menegaskan pihaknya terus mendukung program kerja Sherly Laos

Tayang:
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
TribunTernate.com/Sansul Sardi
INDUSTRI - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku Utara, Yudhitia Wahab, menegaskan pihaknya terus mendukung program kunjungan kerja Gubernur Sherly Laos. Ia akan melakukan intervensi langsung ke masyarakat melalui pembinaan industri kecil, Selasa (10/9/2025). 

TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku Utara, Yudhitya Wahab, menegaskan pihaknya terus mendukung program kerja Malut Gubernur, Sherly Laos, dengan intervensi ke masyarakat melalui pembinaan industri kecil.

Menurut Yudhitya, salah satu fokus utama adalah pemberdayaan Industri Kecil Menengah (IKM) dan wirausaha baru, khususnya yang bergerak di bidang industri rumah tangga pangan.

“Contoh kecil, saat kunjungan Ibu Gubernur ke Halmahera Barat, kami sekaligus menyerahkan bantuan untuk pelaku IKM berupa oven dan kompor. Bantuan ini memang disesuaikan dengan kebutuhan mereka sebagai industri rumah tangga pangan,” jelas Yudhitia, Rabu (10/9/2025).

Baca juga: RPJPD 2025–2045: Bappeda Maluku Utara Fokus Kembangkan Desa Mandiri dan Infrastruktur Dasar

Ia menambahkan, bagi IKM yang sudah lebih berkembang, Disperindag tidak hanya memberikan peralatan dasar, tetapi juga fasilitas sesuai kebutuhan spesifik dari pelaku usaha tersebut.

Meski begitu, Yudhitya mengakui keterbatasan anggaran membuat intervensi belum bisa dilakukan merata di seluruh wilayah Maluku Utara.

Untuk sementara, program pembinaan difokuskan di Kabupaten Halmahera Barat, Halmahera Tengah, serta Kota Tidore Kepulauan dan Ternate.

Baca juga: Dikbud Maluku Utara Gandeng Mahasiswa Unkhair Ternate Perkuat Pendidikan Vokasi di SMK

“Kegiatan kami memang tersebar di beberapa daerah, tapi karena anggaran terbatas, prioritas intervensi baru bisa menyasar industri rumah tangga pangan di wilayah tertentu. Ke depan tentu akan diperluas lagi,” ungkapnya.

Dengan program ini, Yudhitya berharap industri kecil di Malut dapat semakin berkembang dan mampu menopang ekonomi daerah, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved