Banjir di Taliabu
Banjir Kembali 'Kepung' Desa Bobong Taliabu
Salah satu ruas jalan yang menjadi langganan banjir saat hujan adalah jalan lorong BPJS Bobong, Pulau Taliabu
Penulis: Laode Havidl | Editor: Munawir Taoeda
TRIBUNTERNATE.COM, TALIABU - Banjir terjadi disejumlah ruas jalan Desa Bobong, Pulau Taliabu, Maluku Utara,
Fenomena banjir ini selalu berulang tatkala hujan dengan intensitas lebat dan jangka watu lama.
Amatan Tribunternate.com, hujan deras berlangsung sekira pukul 14:30 WIT hingga 16:45 WIT, Rabu (24/9/2025).
Berikut sejumlah ruas jalan yang alami banjir:
Baca juga: Dinas PUPR Taliabu Fokus Bangun Jembatan dan Jalan Rusak Desa Bobong
1. Jalan lorong BPJS Bobong (2 titik)
2. Jalan pertigaan lapangan sepakbola Bobong
3. Jalan perempatan samping rumah jabatan (Rujab) Bupati Pulau Taliabu
4. Jalan depan SMAN 1 Pulau Taliabu
5. Jalan depan Kantor DPRD Pulau Taliabu
6. Jalan di area Taman Fangahu dan masih banyak lagi.
Ket: banjir yang terjadi meluas hingga ke tetangga yakni Desa Wayo
Meski demikian, pemerintah daerah belum ada upaya melakukan peningkatan jalan.
Baik mencegah genangan air maupun memperbaiki jalan berlubang.
Plt Kepala Dinas PUPR Pulau Taliabu Endro Sudarmono dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan fokus bangun jalan dan jembatan.
Baca juga: Update Kasus Korupsi DD Taliabu 2017 dengan Tersangka Salim Ganiru, Polisi Lengkapi Petunjuk Jaksa
Yang mana anggaran dalam proyek yang dimaksud dimasukan ke APBD-P 2025 pemerintah daerah.
"Sesuai dengan anggaran, kita fokus dulu diperbaikan jalan di Desa Bobong menuju Desa Dufo."
"Artinya, jalan yang masuk kategori rusak parah yang menjadi fokus kita, "tandas Endro Sudarmono.
Banjir adalah
Banjir adalah peristiwa alam atau keadaan di mana suatu daratan yang biasanya kering menjadi terendam atau tergenang oleh peningkatan volume air.
Air yang meluap ini bisa berasal dari sungai, danau, atau lautan, dan terjadi akibat curah hujan yang sangat tinggi, kerusakan tanggul, atau tersumbatnya saluran air.
Penyebab Umum Banjir
Curah Hujan Tinggi: Hujan lebat dalam waktu lama dapat menyebabkan volume air meningkat di sungai dan waduk, sehingga meluap ke daratan.
Masalah Saluran Air: Saluran air yang tidak berfungsi baik, tersumbat sampah, atau dangkal tidak mampu menampung air, menyebabkan luapan.
Faktor Manusia: Penebangan pohon, pengupasan lahan untuk pemukiman atau industri, serta penimbunan area resapan air dapat mengurangi kemampuan tanah menyerap air.
Banjir Bandang: Terjadi secara tiba-tiba akibat angin badai atau kerusakan tanggul, sering kali dengan kekuatan merusak yang besar.
Dampak Banjir
Kerugian Materi: Merusak rumah, bangunan, sarana dan prasarana, serta harta benda.
Korban Jiwa: Berpotensi menyebabkan hilangnya nyawa manusia.
Gangguan Kehidupan: Mengganggu aktivitas ekonomi, transportasi, dan kesehatan masyarakat.
Kerusakan Lingkungan: Dapat menimbulkan erosi besar dan kerusakan lingkungan alam.
Upaya Pencegahan
Pengelolaan Sumber Daya Air: Mengoptimalkan sungai, selokan, dan membuat sumur resapan.
Baca juga: Update Kasus Korupsi DD Taliabu 2017 dengan Tersangka Salim Ganiru, Polisi Lengkapi Petunjuk Jaksa
Penataan Ruang: Melarang pembangunan di sepanjang sungai dan tidak membuang sampah sembarangan.
Konservasi Alam: Melaksanakan program reboisasi dan menanam pohon di daerah resapan.
Sistem Peringatan Dini: Membangun sistem peringatan dini untuk memberi tahu masyarakat tentang potensi banjir. (*)
| Akses Putus Akibat Longsor, Polisi dan Warga Bangun Jembatan Darurat di Desa Nunca Taliabu |
|
|---|
| Banjir dan Longsor Putus Akses Darat Satu-satunya ke Desa Nunca Taliabu |
|
|---|
| Potret Warga Desa Beringin Jaya Taliabu Pikul Motor Lewati Banjir |
|
|---|
| Waspada! Banjir di Jalan Area Jembatan Desa Beringin Jaya Taliabu, Air Capai Pinggang Orang Dewasa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Banjir-pada-salah-satu-ruas-jalan-di-Desa-Bobong-Pulau-Taliabu-Rabu-2492025.jpg)