Pemprov Malut
Cadangan Pangan Maluku Utara Catat Lonjakan Positif: dari 2 Ton Jadi 12,75 Ribu Ton
"CPPD bertujuan untuk menghadapi situasi darurat seperti bencana alam, krisis pangan dan lonjakan harga di Maluku Utara, "jelas Kadri La Etje
Ringkasan Berita:1. Pemprov Maluku Utara melalui Dinas Pangan menggelar Koordinasi Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD)
2. Giat ini untuk melaksanakan amanat UU Pangan nomor 18 tahun 2012 Pasal 33 ayat 2
3. Pada 2024, Pemprov Maluku Utara memiliki cadangan pangan sebesar 2 ton beras
TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Untuk melaksanakan amanat UU Pangan nomor 18 tahun 2012 Pasal 33 ayat 2.
Pemprov Maluku Utara melalui Dinas Pangan menggelar Koordinasi Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), Selasa (25/11/2025).
Mengambil tempat di Aula Yusmar, giat yang secara strategis berdampak terhadap stabilitas kebutuhan pangan di Maluku Utara tersebut di hadiri Gubernur yang dalam kesempatan berbahagia ini diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Sekretaris Dinas Pangan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Halmahera Tengah, Para Peserta dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten/Kota.
CPPD sebagai salah satu instrumen strategis dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi.
Membacakan sambutan Gubernur, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Pemprov Maluku Utara Kadri La Etje mengatakan persoalan pangan tidak serta merta menjadi domain tanggung jawab pemerintah, namun peran serta aktif masyarakat sebagai lokomotif utama aspek pembangunan.
Baca juga: Gubernur Sherly Laos Targetkan Maluku Utara Masuk 3 Besar Nasional Hilirisasi Kelapa
"Hal ini selaras amanat UU Pangan bahwa pemerintah harus memfasilitasi pengembangan cadangan pangan sesuai dengan kearifan lokal masyarakat, "ungkapnya.
Beras, lanjut Kadri, pemerintah harus memastikan ketersediaannya sebagai CPPD.
"CPPD bertujuan untuk menghadapi situasi darurat seperti bencana alam, krisis pangan dan lonjakan harga, "jelas Kadri La Etje.
Data yang dihimpun pada jalannya kegiatan, pada 2024, Pemprov Maluku Utara memiliki cadangan pangan sebesar 2 ton beras.
Dan telah disalurkan untuk korban erupsi gunung di Kecamatan Ibu, Halmahera Barat beberapa waktu lalu.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala DInas Pangan Maluku Utara melalui Sekretaris Dinas Pangan, Fahmi Al Habsi di sela-sela kegiatan.
Dengan nada optimis, Fahmi menjelaskan bahwa terjadi lonjakan signifikan pada angka cadangan pangan Maluku Utara yakni dari 2 ton menjadi 12,750 ribu ton beras.
Baca juga: Pemkab Halmahera Selatan Upaya Pertahankan Kuota Haji 2026
Pada kesempatan tersebut, sebelum menutup sambutan resmi Gubernur, Kadri berharap koordinasi ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memaksimalkan sinergi seluruh pihak.
"Kepada para peserta, manfaatkan sebaik-baiknya kegiatan ini. Karena dalam rangka memetakan formulasi perhitungan jumlah cadangan pangan di Provinsi Maluku Utara kedepan, "tutupnya sembari diiringi tepuk tangan hadirin.
Diharapkan koordinasi ini menjadikan Provinsi Maluku Utara siap menghadapi dinamika pangan serta tekanan inflasi yang terus menggerus struktur persendian masyarakat. (*)
| Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Soroti Tingginya Angka Putus Sekolah |
|
|---|
| dr Julys Giscard: Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara Masih Tinggi |
|
|---|
| Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Ungkap Penyebab Inflasi: Ombak Tinggi Bikin Harga Ikan Naik |
|
|---|
| TPID Maluku Utara Siapkan Strategi Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha 2026 |
|
|---|
| Inflasi Maluku Utara Turun 2,03 Persen, Sherly Laos Soroti Ketergantungan Pangan dari Luar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Koordinasi-CPPD-Pemprov-Maluku-Utara.jpg)