TTPO
Terbaru, 4 Warga Halmahera Selatan yang Jadi Korban TPPO di Myanmar Segera Dipulangkan
4 warga Halmahera Selatan yang diduga menjadi korban TPPO di Myanmar adalah Feni Astari Dareno, Asriadi Musakir, Zether Maulana dan Tantoni
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Halmahera Selatan telah melapor ke Kemenlu terkait warganya yang menjadi korban TPPO
2. Dan laporan tersebut telah diterima dan diregistrasi oleh Direktorat Perlindungan WNI Kemenlu.
3. Berdasarkan hasil penelusuran Kemenlu, Feni Astari, Aariadi Musakir serta Zether Maulana masuk dalam nota diplomatik Kedubes RI di Yangon
TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Halmahera Selatan, Maluku Utara Daud Djubedi, bertandang ke Kantor Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) di Jakarta, Kamis (4/12/2025).
Kedatangan Daud tidak lain berkoordinasi terkait pemulangan 4 warga Halmahera Selatan yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Myanmar.
Mereka masing-masing Feni Astari Dareno (23), Asriadi Musakir (24), Zether Maulana (22) dan Tantoni.
Kepada Tribunternate.com, Daud mengatakan, pihaknya telah melapor secara resmi kepada Kemenlu.
Baca juga: 4 Warga Halmahera Selatan yang Jadi Korban TPPO Sudah Dalam Pengamanan Pemerintah Myanmar
Laporan tersebut telah diterima dan diregistrasi oleh Direktorat Perlindungan WNI Kemenlu.
"Setelah dicek, korban Feni ternyata sudah pernah dilaporkan oleh keluarganya, Nurmala pada 4 November 2025, tetapi keluarga tidak melaporkan korban lainnya."
"Sehingga untuk Feni statusnya saat ini adalah follow up, "kata Daud Djubedi, Jumat (5/12/2025).
Berdasarkan hasil penelusuran Kemenlu, korban Feni Astari, Aariadi Musakir serta Zether Maulana masuk dalam nota diplomatik Kedubes RI di Yangon kepada Pemerintah Myanmar dan sudah disetujui untuk dipulangkan.
Sementara satu korban lain bernama Tantoni masih belum diketahui keberadaannya.
Daud menambahkan, rencana pemulangan tiga korban tersebut akan dimulai pada 8 Desember 2025 menggunakan pesawat dari Myawadi menuju Maysot.
Kemudian dilanjutkan penerbangan ke Don Mueang, Bangkok dan melanjutkan penerbangan pada 9 Desember 2025 menuju Jakarta.
Baca juga: SAKSI KATA: Cerita Keluarga Korban Dugaan TPPO Empat Warga Halmahera Selatan di Myanmar
"Rencana tiba di Jakarta pada 9 Desember 2025 pukul 05.30 WIB menggunakan pesawat Lion Air SI-116, "jelas Daud Djubedi.
Karenanya ia berharap seluruh masyarakat Halmahera Selatan ikut mendoakan kelancaran proses pemulangan ini.
"Semoga Allah SWT mempermudah niat baik ini dan para korban dapat segera berkumpul kembali dengan keluarga mereka, "tutupnya. (*)
| Konsolidasi Demokrasi, FH Unkhair dan Bawaslu Malut Perkuat Kolaborasi Akademik |
|
|---|
| Golkar Bantah Rumor Pergantian Ketua DPRD Taliabu |
|
|---|
| Pembangunan Tahap II Jembatan Fangahu Taliabu Segera Dimulai, Anggaran Rp 1,5 Miliar Disiapkan |
|
|---|
| Pemkab Taliabu Kucurkan Rp 2,4 Miliar untuk Perbaikan Jalan Desa Bobong |
|
|---|
| Politisi dan Komunitas Bentor Tambal Jalan Berlubang Desa Bobong Taliabu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Kepala-Ditransker-Halmahera-Selatan-Daud-Djubedi-ketika-berpose-di-Kantor-Kemenlu-di-Jakarta.jpg)