Jumat, 5 Juni 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemprov Malut

Gubernur Malut Sherly Laos Pastikan Ruas Jalan Payahe–Dehepodo Jadi Fokus APBD 2026

Gubernur Maluku Utara Sherly Laos memastikan penanganan ruas jalan Payahe–Dehepodo di Kota Tidore Kepulauan menjadi fokus anggaran APBD Provinsi Malut

Tayang:
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
Dok: Biro Adpim Setda Pemprov Malut
PEMBANGUNAN JALAN - Gubernur Maluku Utara Sherly Laos. Ia memastikan penanganan ruas jalan Payahe–Dehepodo di Kota Tidore Kepulauan akan menjadi fokus anggaran APBD Provinsi Maluku Utara tahun 2026, Rabu (17/12/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Gubernur Maluku Utara Sherly Laos memastikan penanganan ruas jalan Payahe–Dehepodo di Kota Tidore Kepulauan menjadi fokus anggaran APBD Provinsi Maluku Utara tahun 2026.
  • Kepastian itu disampaikan Sherly dalam Forum Kepala Daerah se-Maluku Utara yang digelar di Ternate, Rabu, (17/12/ /2025).
  • Pernyataan tersebut menanggapi permintaan Sekda Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo yang menyoroti belum jelasnya penanganan jalan Payahe–Dehepodo, meski ruas tersebut merupakan kewenangan pemerintah provinsi.

TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI- Gubernur Maluku Utara Sherly Laos memastikan penanganan ruas jalan Payahe–Dehepodo di Kota Tidore Kepulauan menjadi fokus anggaran APBD Provinsi Maluku Utara tahun 2026.

Kepastian itu disampaikan Sherly dalam Forum Kepala Daerah se-Maluku Utara yang digelar di Ternate, Rabu, (17/12/ /2025).

Pernyataan tersebut menanggapi permintaan Sekda Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo yang menyoroti belum jelasnya penanganan jalan Payahe–Dehepodo, meski ruas tersebut merupakan kewenangan pemerintah provinsi.

Baca juga: Alasan Keamanan, Laga Lanjutan Bupati Cup Halmahera Selatan Ditunda Hingga Usai Nataru

Ismail juga meminta keberpihakan APBD Provinsi terhadap kabupaten/kota dipaparkan secara terbuka agar seluruh daerah mengetahui fokus pembangunan provinsi setiap tahunnya.

Tahun Depan, Pemprov Malut Prioritaskan Pembangunan Ruas Payahe–Dahepodo–Saketa–Gane

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Maluku Utara telah menyiapkan pembangunan jalan lapen pada ruas Saketa–Dahepodo sepanjang 5 kilometer.

Selain peningkatan kualitas jalan, pemerintah juga memastikan pembangunan sejumlah jembatan penting yang menjadi nadi akses masyarakat di sepanjang lintasan tersebut.

Plt. Kepala Dinas PUPR Maluku Utara, Risman Iriyanto Djafar, menjelaskan bahwa keberpihakan Gubernur Maluku Utara, Sherly Loas, terhadap percepatan pembangunan kawasan selatan tidak hanya terfokus pada perbaikan badan jalan.

Sejumlah jembatan penghubung di titik-titik kritis juga dipastikan mulai dibangun secara bertahap pada 2026.

“Ini sebagai bentuk komitmen Gubernur dan Wakil Gubernur untuk menyediakan akses jalan dan jembatan yang layak bagi masyarakat dari Oba Tidore hingga Halmahera Selatan,” ujar Risman, Sabtu (15/11/2025).

Beberapa jembatan yang akan dikerjakan meliputi Jembatan Saketa–Balitata di ruas Saketa–Gane Dalam sepanjang 10 meter, Jembatan Ake Busale sepanjang 12 meter, serta Jembatan Ake Samo yang menjadi salah satu jembatan terpanjang di ruas tersebut dengan panjang 125 meter.

Pembangunan juga mencakup Jembatan Ake Dolik sepanjang 50 meter yang dibutuhkan untuk memperkuat akses di kawasan yang kerap terdampak aliran sungai. Total anggaran untuk paket ini mencapai Rp43 miliar.

Tak hanya itu, ruas Payahe–Dahepodo juga mendapat perhatian khusus. Tiga jembatan akan dibangun di jalur ini, yaitu Jembatan Yef (12 meter), Jembatan Sigela (15 meter), dan Jembatan Sigela II (10 meter).

Baca juga: Bupati Halteng Ikram Sangadji Soroti Validitas Data Pemprov Malut, Sherly Laos Akui Perlu Pembenahan

“Pemprov juga melanjutkan pembangunan jembatan di Kali Lomaito sebagai bagian dari penyempurnaan trase utama menuju kawasan selatan. Total anggaran jembatan pada ruas Payahe–Dahepodo mencapai Rp15,1 miliar,” jelas Risman.

Ia berharap pembangunan terpadu tersebut dapat memperlancar konektivitas antarwilayah, mempermudah distribusi barang, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta membuka peluang ekonomi baru bagi kawasan yang selama ini masih terisolasi.

“Ibu Gubernur memastikan seluruh proyek infrastruktur ini menjadi prioritas untuk menjaga pemerataan pembangunan di Maluku Utara,” tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved