Kamis, 30 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Saksi Kata

SAKSI KATA: Melihat Lebih Dekat Kasus HIV/AIDS di Ternate dari Kacamata Petugas Lapangan

Gem mengajak kita akan menyelami realita di balik statistik, di mana ada kisah nyata, tantangan, dan harapan untuk perubahan

Tayang:
TribunTernate.com/Iga Almira Rugaya Assagaf
SAKSI KATA - Narasumber Saksi Kata Tribun Ternate episode 10, Gem, sebagai petugas lapangan yang setiap hari mendampingi mereka yang terkategori ODHIV (Orang Dengan HIV) di Kota Ternate, Maluku Utara. 
Ringkasan Berita:
  • Dari Januari hingga Oktober 2025, tercatat ada 144 kasus baru, dan sebagian besar berada di rentang usia 20–49 tahun.
  • Saksi Kata episode 10, kami berkesempatan mewawancarai Gem, seorang petugas lapangan yang setiap hari mendampingi mereka yang terkategori ODHIV (Orang Dengan HIV).
  • Ada sedikit ulasan obrolan host bersama narasumber dalam wawancara.

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Kota Ternate, Maluku Utara yang berada di timur Indonesia, tengah menghadapi kenyataan berat: lonjakan kasus HIV/AIDS yang menyasar pada usia produktif.

Dari Januari hingga Oktober 2025, tercatat ada 144 kasus baru, dan sebagian besar berada di rentang usia 20–49 tahun.

Data ini membuka tabir bahwa HIV bukan hanya soal kesehatan, tetapi soal kehidupan, masa depan, dan harga diri setiap individu.

Baca juga: SAKSI KATA: Cerita Keluarga Korban Dugaan TPPO Empat Warga Halmahera Selatan di Myanmar

Namun di balik angka-angka dingin itu, ada manusia yang memiliki harapan, perjuangan, rasa takut, dan upaya agar tetap hidup bermartabat.

Saksi Kata episode 10, kami berkesempatan mewawancarai Gem, seorang petugas lapangan yang setiap hari mendampingi mereka yang terkategori ODHIV (Orang Dengan HIV).

Gem mengajak kita akan menyelami realita di balik statistik, di mana ada kisah nyata, tantangan, dan harapan untuk perubahan.

Berikut sedikit ulasan obrolan host bersama narasumber dalam wawancara.

HOST

Boleh cerita sedikit dulu tentang peran dan tugas sebagai petugas lapangan orang dengan HIV di Kota Ternate?

NARASUMBER

Jadi saya dulu mulai dengan kontrak PKBI Sulawesi Utara itu saya ditugaskan sebagai petugas lapangan dengan intervensinya pekerja seks perempuan.

Pekerja seks perempuan di Kota Ternate ini kan ada dibagi dua lagi, ada yang pekerja seks langsung ada yang tidak langsung. Nah saya mendampingi itu khusus untuk pekerja seks perempuannya dan pasangan.

Setelah itu kami mendata, mengedukasi dan mensosialisasi penyebaran HIV/AIDS ke mereka. Apabila ditemukan salah satu dari mereka ada yang positif dan mereka bersedia didampingi baru saya bisa mendampingi mereka ke layanan kesehatan.

Saya sebenarnya mulai aktif dari semester kedua tahun 2011, tetapi dengan PKBI Sulawesi Utara dari awal tahun 2024 sampai sekarang. Kami terbagi ke Pekerja Seks Perempuan, Waria dan lain-lain. Ada enam populasi kunci.

HOST

Sebagai petugas lapangan, melihat kasus HIV/AIDS yang menurut data mengalami peningkatan, tetapi untuk realitanya seperti apa?

NARASUMBER

SAKSI KATA - Narasumber Saksi Kata Tribun Ternate episode 10, Gem, sebagai petugas lapangan yang setiap hari mendampingi mereka yang terkategori ODHIV (Orang Dengan HIV) di Kota Ternate, Maluku Utara.
SAKSI KATA - Narasumber Saksi Kata Tribun Ternate episode 10, Gem, sebagai petugas lapangan yang setiap hari mendampingi mereka yang terkategori ODHIV (Orang Dengan HIV) di Kota Ternate, Maluku Utara. (TribunTernate.com/Iga Almira Rugaya Assagaf)

Sebenarnya data dari Januari sampai Oktober 2025 itu adalah yang terdeteksi. Tetapi kalau bicara HIV/AIDS itu kan seperti fenomena gunung es, ketika satu ditemukan pasti masih ada juga yang belum terdeteksi.

Contoh di bulan November, ada lomba voli kelompok waria. Waria di Kota Ternate itu ada 100 lebih untuk usia produktif. Tetapi ketika kita turun mobile, yang bersedia untuk discreening hanya skitar 50 lebih. Ini artinya ada 50 dari mereka yang tidak terdektesi.

HOST

Apakah melihat pola yang bahwa HIV terdeteksi pada rentang usia produktif?

NARASUMBER

Yang sebenarnya ada yang lebih muda dan usia lanjut. Usia muda ada ditemukan di usia 18 sampai 20 tahun, sedangkan usia lanjut ditemukan juga di usia 55 tahun ke atas. Jadi kalau bicara tentang data, itu artinya yang ditemukan. Sebenarnya masih banyak juga yang belum terdeteksi.

HOST

Faktor terbesar meningkatnya angka HIV/AIDS di Kota Ternate di tahun 2025 ini menurut data adalah LSL (Lelaki Seks Lelaki). Apakah ini memang faktor utama atau tiap tahun kerap mengalami perubahan?

NARASUMBER

Global Fund masuk ke Maluku Utara di tahun 2011 dan menemukan bahwa faktor utama penyebaran HIV/AIDS adalah dari pekerja seks perempuan dan penggunaan narkoba suntik. 

Bergeser waktu antara tahun 2013 hingga 2014 ditemukan bahwa banyak kasus dari Ibu Rumah Tangga (IRT) dan lelaki yang suka jajan. Tetapi di tahun 2021 sampai sekarang itu banyak kasus dari LSL. Memang yang ditemukan di lapangan adalah seperti itu.

Kenapa bisa banyak? Karena banyak pekerja seks lelaki yang jajannya dengan sesama pekerja seks lelaki kemudian ke LSL. Tapi perlu dipahami bahwa LSL itu berbeda dengan pekerja seks lelaki. Karena orientasi seksualnya berbeda, LSL hanya menyukai dan seks dengan lelaki, sementara pekerja seksual lelaki bisa dengan lelaki dan perempuan (Bisexual).

HOST

Apa ada kasus berkaitan HIV/AIDS yang membekas selama bertugas sebagai petugas lapangan?

NARASUMBER

Ada dari heteroseksual Ibu Rumah Tangga pernah saya dampingi beberapa tahun lalu. Awalnya mereka kaget ketika divonis tertular HIV dan ada juga yang tidak mau menerima pengobatan. Ketika diberi sosialisasi, diedukasi barulah mereka mulai berbicara dan mau menjalani pengobatan.

Tapi ada juga pernah saya temui, mereka mau mengakhiri hidup, karena begitu takut dengan oenyakit ini. Kami bantu dengan edukasi hingga konseling dan Alhamdulillah dia bisa keluar dari lingkaran stigma itu.

HOST

Biasanya para Ibu Rumah Tangga ini terpapar HIV karena perilaku suami yang suka jajan atau ada faktor lain?

NARASUMBER

Yang saya temui di lapangan tidak seperti itu, bisa saja orang ini (IRT) adalah pekerja seks perempuan. Karena inkubasi virus HIV ini antara 2 bulan sampai ada yang 10 tahun. Misalnya dia terdeteksi di usia 40 tahun berarti kalau kita tarik ke belakang, di usia 34 hingga 35 tahun dia tertular. Tidak selalu IRT menjadi korban dari suami, yang saya temukan seperti itu.

Ada yang saya temukan, sebelumnya dia merupakan pekerja seks perempuan dan dia positif. Tapi sekarang Alhamdulillah, suaminya menerima dan mereka hidup berdampingan hingga saat ini.

HOST

Stigma apa yang paling sering dihadapi ADHIV di masyarakat?

NARASUMBER

Kalau saya bicara di Kota Ternate, yang saya lihat ketika mulai bergabung di tahun 2011 hingga sekarang, jumlah kasus dengan jumlah stigma perbandingannya jauh. Kasus sekarang kan 1.500 sekian, yang masih hidup 1.051, yang kami temukan diskriminasi itu memang masih ada tapi sedikit.

Terkadang, si ODHIV ini yang terlalu kaku. Belum berhadapan dengan stigma, ia sudah terlebih dahulu menutup diri. 

Memang ada kasus yang kami temui ketika satu keluarga menolak salah satu anggota keluarga mereka yang terdeteksi HIV. Tetapi setelah kami dengan Dinas Kesehatan dengan KPA Kota Ternate bantu untuk advokasi, sosialisasi, edukasi, Alhamdulillah dapat diterima.

Sekitar tiga minggu lalu, saya temukan satu laki-laki heteroseksual yang datang bersama dengan keluarga. Sebelumnya, ia mendapatkan diskriminasi dalam keluarga, lalu saya edukasi keluarganya. Akhirnya keluarganya bisa menerima dia. Saya minta salah satu teman saya juga untuk mendampingin si ODHIV ini untuk bisa akses layanan kesehatan.

Ini berarti harus ada sosialisasi dan edukasi dari Pemerintah yang berkepentingan dalam hal ini. Sebenarnya kan virus ini hanya menular ketika berhubungan seks atau menggunakan jarum suntik, karena virus berada dalam tubuh dan tidak menyebar di udara, beda dengan covid. Jadi harusnya tidak perlu takut.

Kecil kemungkinan virus ini menular lewat air liur. Hal tersebut dapat terjadi ketika hubungan seksual dilakukan oral dan mereka sementara sariawan. Tetapi jika hanya ada satu dari mereka yang sariawan, penyebaran sangat kecil terjadi.

Tribunners, obrolan selengkanya dengan Gem mengenai realita lapangan mendampingi mereka yang terkategori ODHIV (Orang Dengan HIV) di Kota Ternate, Maluku Utara ini bisa disaksikan di YouTube Tribun Ternate atau klik video di bawah. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved