Sabtu, 11 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Saksi Kata

SAKSI KATA: Direktur PT Betteravel Indonesia Ternate Mengurai Polemik Dugaan Penipuan Umrah

Ia menjelaskan bahwa dugaan penipuan dan penggelapan dana umrah yang tertuju pada PT Betteravel ini merupakan transaksi yang dilakukan Asnawi Ibrahim

|
TribunTernate.com
SAKSI KATA - Direktur PT Betteravel Indonesia Perkasa Ternate, Nurlaili di wawancara SAKSI KATA Tribun Ternate episode 13, Rabu (21/1/2026). Nurlaili, yang juga satu-satunya owner travel umrah di Ternate yang berasal dari Maluku Utara, mengurai polemik ini dalam wawancara pada program SAKSI KATA – Tribun Ternate episode 13.  

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Di balik niat suci menunaikan ibadah umrah, muncul persoalan serius yang kini menjadi perhatian publik.

Direktur Travel Umrah PT Betteravel Indonesia Perkasa Ternate, Nurlaili, melaporkan tiga agennya ke kepolisian atas dugaan penipuan dan penggelapan dana calon jamaah.

Namun persoalan ini tidak berhenti di situ. Ketiga agen tersebut justru melapor balik sang direktur, dengan tuduhan pencemaran nama baik, bahkan menyeret dugaan pelanggaran Undang-Undang Penyelenggaraan Ibadah Umrah.

Baca juga: SAKSI KATA: Melihat Lebih Dekat Kasus HIV/AIDS di Ternate dari Kacamata Petugas Lapangan

TRAVEL UMRAH - Direktur Utama PT Betteravel Indonesia Perkasa Nurlaili tempuh jalur hukum dengan ancam melaporkan tiga agennya ke pihak kepolisian, hal tersebut dengan memberikan kuasa hukum M Bahtiar Husni untuk melaporkan ke polisi, Sabtu (10/1/2026).
TRAVEL UMRAH - Direktur Utama PT Betteravel Indonesia Perkasa Nurlaili tempuh jalur hukum dengan ancam melaporkan tiga agennya ke pihak kepolisian, hal tersebut dengan memberikan kuasa hukum M Bahtiar Husni untuk melaporkan ke polisi, Sabtu (10/1/2026). (TribunTernate.com/Sitti Muthmainnah)

Laporan hukum yang saling berhadapan ini pun memunculkan banyak tanda tanya. Apa yang sebenarnya terjadi di balik kasus ini?

Di mana letak tanggung jawab perusahaan hingga yang paling penting, bagaimana nasib para calon jamaah yang telah mempercayakan dana dan niat ibadahnya.

Nurlaili, yang juga satu-satunya owner travel umrah di Ternate yang berasal dari Maluku Utara, mengurai polemik ini dalam wawancara pada program SAKSI KATA – Tribun Ternate episode 13. 

SAKSI KATA - Direktur PT Betteravel Indonesia Perkasa Ternate, Nurlaili di wawancara SAKSI KATA Tribun Ternate episode 13.
SAKSI KATA - Direktur PT Betteravel Indonesia Perkasa Ternate, Nurlaili di wawancara SAKSI KATA Tribun Ternate episode 13. (TribunTernate.com)

Ia menjelaskan bahwa dugaan penipuan dan penggelapan dana umrah yang tertuju pada PT Betteravel ini merupakan transaksi yang dilakukan Manajer Operasional, Asnawi Ibrahim, dengan calon jemaah di luar sepengetahuannya selaku direktur.

Nurlali menyebut bahwa Asnawi Ibrahim melancarkan aksi dugaan penipuan dan penggelapan ini dengan menawarkan paket umrah dengan harga tidak wajar (sangat murah), yang kemudian dijual oleh tiga agen PT Betteravel.

"Transaksi yang mereka lakukan ini tanpa sepengetahuan saya, tidak ada persetujuan dari saya. Mulai dari Harga paket yang ditawarkan,"

"Kapan keberangkatan dijadwalkan, tidak ada persetujuan dari saya. Jadi Asnawi langsung ke tiga agen ini," ujar Nurlaili, Rabu (21/1/2026).

Adapun paket murah yang ditawarkan Asnawi Ibrahim ini berkisar di angka Rp 21 juta hingga Rp 25 juta. Sementara harga normal yang ditawarkan perusahaan adalah Rp 33,5 juta.

SAKSI KATA - Brosur paket umrah PT Betteravel Indonesia Perkasa Ternate.
SAKSI KATA - Brosur resmi paket umrah PT Betteravel Indonesia Perkasa Ternate. (Kolase Tribunternate.com)

Diduga tergiur harga murah, para calon Jemaah kemudian membeli paket umrah tersebut, dengan menyetor uang ke tiga agen serta ada juga yang langsung ke Asnawi Ibrahim.

Sementara, Nurlaili menjelaskan bahwa pembayaran paket umrah hanya melalui rekening resmi PT Beteravel Indonesia Perkasa, tidak menerima cash maupun perantara.

"Dari ketiga agen ini terdata ada yang 17 pax, ada yang 12 pax, ada yang 21 pax, dengan harga yang sangat murah dan ini tidak pernah ada di kami,"

"Dan para calon jemaan ini dijadwalkan berangkat pada Desember alias high season, di mana harga hotel di sana bisa naik 2 hingga 3 kali lipat,"

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved