Data BPS
Didominasi Usaha Kecil, Perusahaan Konstruksi di Maluku Utara Capai 1.750
Jumlah perusahaan konstruksi di Provinsi Maluku Utara per Tahun 2025 mencapai 1.750 perusahaan.
TRIBUNTERNATE.COM – Jumlah perusahaan konstruksi di Provinsi Maluku Utara per Tahun 2025 mencapai 1.750 perusahaan.
Data tersebut tercantum dalam publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara bertajuk Direktori Perusahaan Konstruksi 2025 yang dirilis pada 18 Desember 2025.
Angka tersebut mengalami peningkatan sebanyak 97 perusahaan dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 1.653 perusahaan.
Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Kurikulum Merdeka Halaman 239: Aktivitas 9.2
Berdasarkan kualifikasi usaha, perusahaan konstruksi di Maluku Utara didominasi oleh usaha kecil dengan proporsi mencapai 83,14 persen.
Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor konstruksi di daerah tersebut masih didorong oleh pelaku usaha berskala kecil.
Dari sisi sebaran wilayah, dua daerah dengan jumlah perusahaan konstruksi terbanyak adalah Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan. Kota Ternate menjadi daerah dengan konsentrasi tertinggi, yakni sebesar 52,40 persen dari total perusahaan konstruksi di Maluku Utara.
Sementara itu, Kota Tidore Kepulauan berada di urutan kedua dengan kontribusi sebesar 10,74 persen. Data ini mengindikasikan bahwa aktivitas konstruksi masih terpusat di wilayah perkotaan.
Berdasarkan bentuk badan usaha, perusahaan konstruksi di Maluku Utara mayoritas berbentuk Commanditaire Vennootschap (CV) dengan persentase mencapai 91,77 persen.
Baca juga: Ramalan Karier 12 Zodiak Senin 22 Desember 2025: Keuangan Scorpio Menguat, Aries Menuju Kesuksesan
Adapun perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT/PT Persero) tercatat sebesar 8,00 persen.
Menurut kabupaten/kota, jumlah badan usaha konstruksi terbanyak berada di Kota Ternate dengan total 917 perusahaan dan didominasi oleh badan usaha berbentuk CV.
Selanjutnya, Kota Tidore Kepulauan menempati posisi kedua dengan jumlah 188 perusahaan, yang juga sebagian besar berbentuk CV. (*)
| Tingkat Hunian Hotel di Malut Februari 2026 Turun, Lama Menginap Ikut Menyusut |
|
|---|
| Inflasi Maluku Utara Maret 2026 Capai 2,56 Persen, Harga Ikan hingga Tarif Listrik Jadi Pemicu |
|
|---|
| Harga Melonjak, Inflasi Tahunan Maluku Utara Tembus 5,85 Persen per Februari 2026 |
|
|---|
| Luas Panen Menyusut, Produksi Padi Maluku Utara per 2025 Hanya 22.642 Ton GKG |
|
|---|
| Dari 668 Ribu Pekerja di Maluku Utara, Paling Banyak Bekerja di Lapangan Usaha Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/data-perusahaan-rekonstruksi.jpg)