Data BPS
Dari 668 Ribu Pekerja di Maluku Utara, Paling Banyak Bekerja di Lapangan Usaha Ini
BPS Provinsi Maluku Utara mencatat jumlah penduduk bekerja pada November 2025 mencapai 668,00 ribu orang, dari total 699,02 ribu orang
Ringkasan Berita:
- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara mencatat jumlah penduduk bekerja pada November 2025 mencapai 668,00 ribu orang, dari total 699,02 ribu orang angkatan kerja.
- Jumlah penduduk bekerja turun dibandingkan Agustus 2025.
- Pada Agustus 2025, jumlah penduduk bekerja mencapai 673,46 ribu orang, sehingga terjadi penurunan sebesar 6,56 ribu orang.
TRIBUNTERNATE.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, per November 2025 jumlah penduduk Maluku Utara yang bekerja mencapai 668,00 ribu orang dari 699,02 ribu orang Angkatan kerja.
Kepala BPS Maluku Utara, Simon Sapari, menyampaikan hal itu dalam live rilis Berita Resmi Statistik (BRS) yang ditayangkan melalui kanal YouTube BPS Maluku Utara, Kamis (5/2/2026).
"Jumlah penduduk bekerja turun dibandingkan Agustus 2025," kata Simon.
Baca juga: Rodrigo Dias Sepakat Arungi Sisa Super League Bersama Persik Kediri
Pada Agustus 2025, jumlah penduduk bekerja mencapai 673,46 ribu orang, sehingga terjadi penurunan sebesar 6,56 ribu orang.
Industri Pengolahan Jadi Penyerap Tenaga Kerja Terbesar
Dari sisi lapangan usaha, struktur tenaga kerja Maluku Utara menunjukkan bahwa sektor industri menjadi penopang utama.
Tiga sektor dengan serapan tenaga kerja terbesar adalah:
- Industri Pengolahan sebesar 25,23 persen
- Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 23,76 persen
Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Kendaraan sebesar 12,23 persen
Sementara berdasarkan status pekerjaan, penduduk bekerja di Maluku Utara paling banyak berstatus sebagai buruh/karyawan/pegawai, yakni sebesar 33,60 persen.
Kemudian status pekerjaan paling kecil adalah pekerja bebas di pertanian, hanya 1,32 persen.
BPS Maluku Utara, lanjut Simon, juga mencatat perubahan dibandingkan Agustus 2025, yang mana status pekerjaan yang mengalami peningkatan terbesar adalah kategori berusaha sendiri, naik sebesar 0,80 persen poin.
Sedangkan penurunan terbesar terjadi pada kategori pekerja keluarga/tidak dibayar, turun hingga 3,01 persen poin.
Salah satu catatan penting BPS adalah tingginya dominasi pekerja informal di Maluku Utara.
Pada November 2025, penduduk bekerja di sektor informal mencapai 425,67 ribu orang atau 63,72 persen
Penduduk bekerja di sektor formal sebanyak 242,33 ribu orang atau 36,28 persen.
Meski begitu, persentase pekerja formal mengalami peningkatan sebesar 0,79 persen poin dibandingkan Agustus 2025.
Dilihat dari pendidikan tertinggi, mayoritas penduduk bekerja di Maluku Utara merupakan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan persentase 31,80 persen.
"Tenaga kerja berpendidikan tinggi (Diploma IV hingga S3) mencapai 14,90 persen, dan mengalami peningkatan dibandingkan Agustus 2025," tuturnya.
| Tingkat Hunian Hotel di Malut Februari 2026 Turun, Lama Menginap Ikut Menyusut |
|
|---|
| Inflasi Maluku Utara Maret 2026 Capai 2,56 Persen, Harga Ikan hingga Tarif Listrik Jadi Pemicu |
|
|---|
| Harga Melonjak, Inflasi Tahunan Maluku Utara Tembus 5,85 Persen per Februari 2026 |
|
|---|
| Luas Panen Menyusut, Produksi Padi Maluku Utara per 2025 Hanya 22.642 Ton GKG |
|
|---|
| BPS: Pengangguran di Maluku Utara per November 2025 Turun 0,11 persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Ilustrasi-pekerja-kantoran-pasangan-rekan-kerja-karier-profesi-pekerjaan.jpg)