Banjir di Halbar
Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Gercep Tanggap Bencana Banjir Halmahera Barat
"Banjir Halmahera Barat penyebabnya adalah bangunan warga yang berdiri di jalur aliran air, "ungkap Gubernur Maluku Utara Sherly Laos
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Sementara itu Kepala BWS Maluku Utara M Saleh Taib menyampaikan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR kabupaten dan provinsi terkait penyempitan jalur air dari sungai kecil ke sungai besar di Kecamatan Ibu.
"Di lokasi tersebut terdapat ruko dan rumah warga di kiri dan kanan sungai yang mempersempit jalur air."
"Perlu dilakukan sosialisasi karena bantaran sungai seharusnya bebas dari bangunan, "tegasnya.
Baca juga: Polisi Ungkap Kronologi Keluhan Warga Soal Pelayanan SPBU Kompak Desa Bapenu Taliabu
Rapat lintas balai ini turut dihadiri Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK), Balai Wilayah Sungai, serta Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi Wilayah (BP2JK).
Gubernur Maluku Utara Sherly Laos didampingi Plt Kepala Dinas PUPR Maluku Utara Risman Iriyanto Djafar.
Pemprov Maluku Utara menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat guna memastikan penanganan banjir dilakukan secara menyeluruh, terukur dan berkelanjutan demi melindungi keselamatan masyarakat. (*)
| Krisis Air Bersih Pascabanjir di Desa Tolofuo Halmahera Barat Ditangani dengan 3 Langkah |
|
|---|
| Pemprov Malut dan Pemkab Halmahera Barat Bentuk Posko Tanggap Darurat Banjir–Longsor |
|
|---|
| Daftar Kerusakan dan Kerugian Warga Akibat Banjir–Longsor di Halmahera Barat |
|
|---|
| 22 Desa di Halmahera Barat Terdampak Banjir, 2.700 Jiwa Dievakuasi |
|
|---|
| Banjir di Halmahera Barat Ditetapkan Status Darurat Bencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Pemprov-Maluku-Utara-tanggap-bencana-bancir-Halmahera-Barat.jpg)