Jumat, 12 Juni 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Banjir di Halbar

Banjir di Halmahera Barat Ditetapkan Status Darurat Bencana

Berdasarkan surat keputusan (SK) yang beredar, status darurat bencana akan berlaku selama tujuh hari mulai tanggal 7 hingga 13 Januari 2026

Tayang:
Istimewa
BANJIR - Suasana warga yang terdampak banjir di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, Rabu (7/1/2026). Di mana, Bupati Halmahera Barat James Uang keluarkan keputusan penetapan status darurat bencana banjir di Kabupaten Halmahera Barat, Rabu (7/1/2026). 

Salah satunya jalur penghubung Kecamatan Jailolo menuju Kecamatan Ibu. Tepatnya di kawasan Gunung Batu, mulai dari Transkoal, Jailolo, hingga Kampung Baru, Ibu.

Beberapa fasilitas umum juga dilaporkan rusak akibat banjir tersebut.

Meski belum dilaporkan adanya korban jiwa, namun sejumlah barang berharga warga hilang akibat banjir.

BPBD Halmahera Barat mencatat sebanyak 178 rumah yang dihuni 662 kepala keluarga di Halbar terdampak banjir bandang.

Berikut rincian kerusakan rumah dan pengungsi:

Desa Gam Lamo

  • Rusak berat 7 rumah
  • Rusak ringan 15 rumah
  • Pengungsi: 500 jiwa

Desa Tongute Ternate

  • Rusak berat 11 rumah
  • Rusak ringan 100 rumah
  • Mengungsi mandiri 1.000 jiwa

Desa Tongute Ternate Asal

  • Rusak berat 5 rumah
  • Rusak ringan 40 rumah
  • Mengungsi mandiri 220 jiwa

Evakuasi Warga

Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat bersama tim SAR sudah mengevakuasi para warga.

Kapolres Halmahera Barat, AKBP Teguh Patriot, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa hujan deras telah mengakibatkan sejumlah desa di Kecamatan Ibu tergenang air, serta menyebabkan beberapa jembatan dan akses jalan terputus akibat longsor.

Menyikapi musibah tersebut, pihaknya bersama Bupati Halmahera Barat telah menggelar apel konsolidasi dengan unsur terkait sebelum menuju lokasi terdampak.

"Alat berat, seperti eskavator juga sudah diarahkan, begitu juga pendistribusian bantuan pun telah diproses untuk didistribusikan ke warga tiga desa terkena musibah,” katanya, Rabu (7/1/2026). 

AKBP Teguh menyatakan, untuk saat ini tak ada korban jiwa, sehingga warga yang di tiga desa langsung dievakuasi ke lokasi yang lebih aman. 

"Warga sudah di evakuasi ke tempat yang lebih aman, baik itu di Gereja, Polsek dan lain-lain," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved