Banjir di Halbar
Banjir di Halmahera Barat Ditetapkan Status Darurat Bencana
Berdasarkan surat keputusan (SK) yang beredar, status darurat bencana akan berlaku selama tujuh hari mulai tanggal 7 hingga 13 Januari 2026
TRIBUNTERNATE.COM, HALMAHERA BARAT - Bupati Halmahera Barat James Uang keluarkan keputusan penetapan status darurat bencana banjir di Kabupaten Halmahera Barat, Rabu (7/1/2026).
Berdasarkan surat keputusan (SK) yang beredar, status darurat bencana akan berlaku selama tujuh hari mulai tanggal 7 hingga 13 Januari 2026, dan dapat diperpanjang atau diperpendek sesuai kebutuhan penanganan di lapangan.
Status tanggap darurat ini meliputi sejumlah wilayah terdampak, yakni Desa Gamomeng Kecamatan Sahu Timur, Desa Sasur Pantai Kecamatan Sahu, Desa Talaga, Desa Sarau, Desa Gamsugi.
Baca juga: Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Gercep Tanggap Bencana Banjir Halmahera Barat
Lalu Desa Gamsida Kecamatan Ibu Selatan, Desa Tongute Ternate, Desa Tongute Ternate Asal, Desa Gamlamo, Desa GAm Ici Kecamatan Ibu.
Desa Duono, Desa Goin Kecamatan Tabaru, Desa Tolofuo, Desa Tasye, Desa Soasio, Desa Kedi Kecamatan Loloda, dan Desa Pumdada Kecamatan Loloda Tengah.
Penetapan status darurat bencana ini setelah melihat situasi lapangan yang telah menunjukan keadaan yang mengancam kehidupan masyarakat di desa-desa tersebut.
SURAT KEPUTUSAN DARURAT BENCANA BANJIR HALMAHERA BARAT
Sebelumnya diberitakan, Sejumlah desa di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, dilanda banjir akibat hujan sejak Selasa (6/1/2026) hingga Rabu (7/1/2026).
Beberapa desa terdampak antara lain Desa Tongute Ternate Asal, Tongute Ternate, Gam Lamo, Gam Ici, Duono dan Desa Goin.
Umumnya desa-desa tersebut berada di wilayah pesisir Teluk Jailolo.
Luapan air besar itu membawa ranting kayu yang mengalir ke pemukiman warga.
Sebagian rumah terendam hingga nyaris menyentuh atap rumah.
Sejumlah warga terpaksa naik ke atas atap rumah mereka untuk menyelamatkan diri.
Sementara itu di beberapa titik juga dilaporkan terjadi longsor.
Akibat banjir, sejumlah akses jalan di beberapa desa tidak dapat dilalui.
| Krisis Air Bersih Pascabanjir di Desa Tolofuo Halmahera Barat Ditangani dengan 3 Langkah |
|
|---|
| Pemprov Malut dan Pemkab Halmahera Barat Bentuk Posko Tanggap Darurat Banjir–Longsor |
|
|---|
| Daftar Kerusakan dan Kerugian Warga Akibat Banjir–Longsor di Halmahera Barat |
|
|---|
| 22 Desa di Halmahera Barat Terdampak Banjir, 2.700 Jiwa Dievakuasi |
|
|---|
| Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Gercep Tanggap Bencana Banjir Halmahera Barat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/banjir-di-halbar_istimewa3728.jpg)